DAERAH
PENDIDIKAN
13 Mei 2026
202
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1
Guru MIN 1 Rejang Lebong Tuntaskan Short Course Implementasi Ekoteologi Kemenag
Rejang Lebong (Humas) – Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong, Randi Sefto Fanedi, S.Pd berhasil menuntaskan Short Course Implementasi Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal tersebut disampaikan langsung saat diwawancarai di ruang kerjanya pada Rabu (13/05). Ia menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pembelajaran telah selesai diikuti dan sertifikat kelulusan telah berhasil diunduh melalui aplikasi Pintar Kemenag.
Program short course tersebut diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan sebagai bagian dari penguatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan dan spiritualitas.
Dalam keterangannya, Randi Sefto Fanedi mengatakan bahwa materi yang disampaikan dalam short course sangat relevan dengan kondisi lingkungan saat ini. Menurutnya, konsep ekoteologi menjadi pengingat bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari ibadah dan amanah manusia sebagai khalifah di bumi.
“Melalui short course ini, kami diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari implementasi ajaran agama. Mulai dari pengurangan sampah plastik, penghematan energi, hingga kepedulian terhadap kelestarian alam harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan kerja,” ujar Randi.
Implementasi ekoteologi sendiri merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Agama tahun 2025–2029 sebagaimana tertuang dalam KMA Nomor 244 Tahun 2025. Program ini mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kesadaran ekologis guna mengurangi kerusakan lingkungan, mendukung ketahanan pangan, serta mendorong pola hidup hemat energi di tengah masyarakat dan ASN Kementerian Agama.
Berbagai bentuk implementasi ekoteologi terus digaungkan oleh Kemenag, di antaranya penguatan pendidikan lingkungan di madrasah dan pesantren, gerakan ASN Hijau, penanaman pohon di lingkungan lembaga pendidikan dan kantor keagamaan, hingga sosialisasi pelestarian lingkungan melalui khutbah, penyuluhan agama, dan kampanye gaya hidup ramah lingkungan.
Randi juga menambahkan bahwa penerapan ekoteologi sangat penting diterapkan di lingkungan madrasah agar siswa memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Menurutnya, madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian alam.
“Kami berharap nilai-nilai ekoteologi dapat diterapkan secara nyata di lingkungan madrasah, seperti membiasakan hemat listrik, menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik, dan menanam tanaman hijau di lingkungan sekolah. Hal-hal kecil tersebut akan memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama,” tambahnya.
Dengan terselenggaranya short course ini, diharapkan seluruh ASN Kementerian Agama, khususnya tenaga pendidik di madrasah, dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya peduli lingkungan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan ekoteologi sebagai paradigma baru dalam pembangunan keagamaan kontemporer di Indonesia.
(Habsa Aryati/Edwinsya)
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1



