DAERAH
PENDIDIKAN
02 Juni 2026
143
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1
Guru MIN 1 Rejang Lebong Hadiri Kenduri Warga, Wujud Pelestarian Kearifan Lokal dan Harmoni Sosial
Rejang Lebong (Humas) – Komitmen dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal terus ditunjukkan oleh keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong. Salah satunya melalui kehadiran guru MIN 1 Rejang Lebong di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya yang masih terjaga hingga saat ini. Pada Senin (01/06), salah seorang guru MIN 1 Rejang Lebong, Randi Sefto Fanedi, S.Pd, menghadiri acara kenduri yang digelar oleh warga di Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang.
Kegiatan kenduri tersebut dilaksanakan di kediaman Rojiyanto atau yang akrab disapa Yayan, sebagai bentuk rasa syukur atas pelaksanaan sedekah akikah dan khitanan putranya. Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri keluarga, tetangga, tokoh masyarakat, serta para undangan dari berbagai kalangan.
Kenduri merupakan salah satu tradisi yang telah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Tradisi ini berupa kegiatan makan bersama yang diawali dengan doa-doa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memohon keberkahan dan keselamatan. Di berbagai daerah, khususnya masyarakat Jawa, tradisi ini juga dikenal dengan istilah selamatan atau kenduren.
Meskipun berada di wilayah Kabupaten Rejang Lebong yang memiliki budaya khas Rejang, tradisi kenduri yang dibawa oleh masyarakat Jawa tetap dapat hidup dan berkembang secara harmonis. Keberagaman budaya yang ada justru menjadi kekuatan dalam membangun persatuan dan mempererat hubungan sosial antarwarga tanpa memandang latar belakang suku dan budaya.
Guru MIN 1 Rejang Lebong, Randi Sefto Fanedi, S.Pd mengatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan hubungan sosial di lingkungan masyarakat. Menurutnya, tradisi seperti kenduri mengandung banyak nilai positif yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
"Kenduri bukan hanya sekadar tradisi makan bersama, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta mengajarkan nilai syukur kepada Allah SWT. Sebagai bagian dari masyarakat, kami merasa penting untuk ikut hadir dan mendukung kegiatan-kegiatan yang menjaga nilai kearifan lokal seperti ini," ujar Randi.
Sementara itu, salah satu tokoh Badan Musyawarah Adat (BMA), M. Sadi, menilai bahwa keberagaman budaya yang ada di Rejang Lebong harus terus dijaga sebagai warisan yang memperkaya kehidupan bermasyarakat. Ia mengapresiasi kehadiran berbagai unsur masyarakat, termasuk kalangan pendidik, dalam kegiatan adat dan budaya yang dilaksanakan warga.
"Tradisi kenduri menjadi salah satu media pemersatu masyarakat. Di Rejang Lebong kita hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang budaya, dan semua dapat berjalan harmonis. Kehadiran para guru dan tokoh masyarakat dalam kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa nilai gotong royong dan kebersamaan masih terjaga dengan baik," ungkap M. Sadi.
Pemilik acara, Rojiyanto (Yayan), juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan turut mendoakan keluarganya. Ia berharap momentum akikah dan khitanan tersebut membawa keberkahan bagi putranya serta semakin mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di lingkungan masyarakat Desa Air Meles Atas.
Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai budaya lokal, semangat gotong royong, serta toleransi antarwarga terus terpelihara. Kehadiran guru MIN 1 Rejang Lebong di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa dunia pendidikan tidak hanya berperan di lingkungan sekolah, tetapi juga aktif mendukung pelestarian budaya dan penguatan karakter sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
(Habsa/Edwinsya)
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1


