Mis Guppi 13 Tasik Malaya dan PKH Dinas Sosial perkuat koordinasi dengan memeriksa keaktifan siswa.
Rejang Lebong (Humas) – Dalam upaya memastikan program bantuan sosial tepat sasaran dan berdampak nyata pada dunia pendidikan, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari Dinas Sosial melaksanakan koordinasi dengan pihak Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Guppi 13 Tasik Malaya. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kepala madrasah pada Senin (03/06).
Koordinasi ini bertujuan untuk memantau kehadiran siswa yang keluarganya merupakan penerima manfaat PKH. Pemantauan absensi dinilai penting sebagai salah satu bentuk komitmen bersama dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak dari keluarga penerima bantuan, sekaligus memastikan bahwa partisipasi sekolah tetap terjaga sesuai dengan ketentuan program.
Kepala MIS Guppi 13 Tasik Malaya menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan penuh madrasah untuk mendukung program demi meningkatkan kedisiplinan serta kualitas pendidikan siswa.
"Kami di madrasah tentu berkomitmen untuk mendukung program pemerintah, khususnya PKH. Melalui pemantauan absensi ini, kami berharap siswa semakin termotivasi untuk hadir secara rutin di sekolah, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan optimal," ujarnya.
Sementara itu, Nova Hariani, perwakilan dari petugas PKH, menjelaskan bahwa koordinasi ini merupakan langkah awal untuk memperkuat pemantauan terhadap siswa penerima PKH.
"Nantinya kami akan rutin meminta data absensi siswa penerima PKH ke pihak madrasah sebagai bahan evaluasi. Hal ini penting agar kami dapat memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar berdampak pada peningkatan kehadiran dan partisipasi siswa di sekolah," ungkapnya.
Dengan adanya komitmen tersebut, diharapkan sinergi antara pihak madrasah dan pendamping PKH dapat terus terjalin secara konsisten dan berkelanjutan. Dukungan penuh dari madrasah tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap program pemerintah, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih disiplin, inklusif, dan berkualitas.
Melalui pemantauan absensi yang terstruktur dan komunikasi yang intensif, setiap kendala yang dihadapi siswa penerima PKH dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi secara tepat. Kedepan, langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kehadiran siswa sekaligus memotivasi mereka untuk lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran.
(Rizkite /Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong#kanwilbkl#misguppi13tasikmalaya
From : MIS Guppi 13

.jpg)
