Hadiri Haflah Akhirussanah Darul Ma’arif NU, kakan Kemenag Rejang Lebong Apresiasi Peran Pondok Pesantren dalam Membentuk Generasi Qurani
Rejang Lebong (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman Umar, S.Ag., M.Pd.I, menghadiri kegiatan Haflah Akhirussanah Angkatan III Pondok Pesantren Darul Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Rejang Lebong Tahun Ajaran 2025/2026, yang berlangsung pada Ahad (14/6). Kegiatan tersebut menjadi momentum penuh haru dan kebanggaan bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di lingkungan pesantren.
Acara Haflah Akhirussanah berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, tokoh pendidikan, serta keluarga santri. Hadir secara langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si, perwakilan Kodim dan Polres Rejang Lebong, para Kepala Seksi dan Penyelenggara di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Kepala KUA Kecamatan Curup Utara, Ketua Yayasan Darul Ma’arif, pimpinan pondok pesantren, dewan guru, serta wali murid santri kelas IX.
Kegiatan tersebut menjadi puncak dari proses pendidikan yang telah dijalani para santri selama kurang lebih tiga tahun. Selain sebagai ajang pelepasan, Haflah Akhirussanah juga menjadi bentuk apresiasi atas capaian para santri dalam menuntut ilmu agama, membangun karakter, serta memperkuat nilai-nilai keislaman selama berada di pesantren.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin, menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat.
“Pondok pesantren itu merupakan penjaga, pondasi, benteng moral dan akhlak. Oleh karena itu, hari ini akan dilepas para santri yang kurang lebih tiga tahun belajar dan nyantri di sini. Sebentar lagi mereka akan kita lepas untuk melanjutkan perjalanan pendidikan dan kehidupan mereka. Sekarang tugas orang tua untuk melanjutkan menjaga hafalannya, akhlaknya, dan moralnya,” tegas Saefudin di hadapan para tamu undangan dan wali santri.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan pesantren, mulai dari pengurus yayasan, pimpinan pondok, para ustaz dan ustazah, hingga para orang tua yang senantiasa mendukung proses pendidikan anak-anak mereka.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan pesantren tidak hanya diukur dari kemampuan akademik dan hafalan santri, tetapi juga dari keberhasilan dalam membentuk pribadi yang berintegritas, disiplin, serta memiliki akhlakul karimah sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pondok Pesantren Darul Ma’arif dalam mencetak generasi yang memiliki pemahaman keagamaan yang baik, berakhlak mulia, serta memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Menurutnya, keberadaan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjaga tradisi keilmuan Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin.
“Mari kita dukung pengembangan pondok pesantren yang berbasis Nahdlatul Ulama (NU). Kita kembangkan dan kita support agar pesantren semakin maju, berkualitas, dan mampu melahirkan generasi yang unggul serta berakhlakul karimah,” ujar Kakanwil.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Rahman saat ditemui Tim Humas usai kegiatan, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong.
Rahman berharap para lulusan dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta tetap menjaga nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama menimba ilmu di pesantren.
“Kami berharap para santri yang hari ini diwisuda dan dilepas dapat menjadi generasi yang membanggakan orang tua, agama, bangsa, dan negara. Ilmu yang telah diperoleh selama belajar di pesantren hendaknya terus diamalkan dan dikembangkan. Yang tidak kalah penting adalah menjaga hafalan, akhlak, serta semangat belajar sepanjang hayat,” ungkap Rahman.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kementerian Agama akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pondok pesantren, sebagai pusat pembinaan karakter dan moral generasi muda.
Kegiatan Haflah Akhirussanah ditutup dengan prosesi pelepasan santri, penyerahan penghargaan kepada santri berprestasi, serta sesi foto bersama yang menambah suasana haru dan kebahagiaan. Para wali santri tampak bangga menyaksikan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan di pesantren yang telah menjadi tempat pembentukan ilmu dan akhlak selama tiga tahun terakhir.
Melalui Haflah Akhirussanah Angkatan III ini, Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap menjadi penerus bangsa yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
(Prada/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #kemenagrl #rejanglebong
From : Kemenag


.jpg)