KKKMI Rejang Lebong Pastikan Seluruh MI Siap Gunakan RDM
Rejang Lebong (Humas) – Sebanyak 15 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Rejang Lebong menyatakan siap menerapkan Rapor Digital Madrasah (RDM) dalam proses pengelolaan dan pelaporan hasil belajar peserta didik. Kesiapan tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKKMI) Kabupaten Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, saat dikonfirmasi pada Senin (15/06).
Menurut Mufidatul Chairi, penggunaan RDM merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi digital di lingkungan madrasah. Dengan sistem yang terintegrasi, proses pengolahan nilai hingga pencetakan rapor dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan akurat.
“Alhamdulillah, seluruh MI yang tergabung dalam KKKMI Kabupaten Rejang Lebong telah mengikuti pelatihan dan siap menggunakan Rapor Digital Madrasah. Ini merupakan bentuk komitmen madrasah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan berbasis teknologi,” ujar Mufidatul Chairi.
Kesiapan tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan kegiatan pelatihan pengisian RDM yang digelar dalam agenda Pertemuan Rutin Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) dan KKKMI Kabupaten Rejang Lebong pada Kamis 11 Juni 2026 lalu. Kegiatan yang berlangsung di MI TQ Ar-Rifai tersebut diikuti oleh kepala madrasah, operator, serta guru yang bertugas mengelola nilai peserta didik.
Dalam pelatihan tersebut, Aji Prayetno, M.Pd., yang bertindak sebagai pemateri, memberikan pendampingan teknis terkait tata cara penginputan nilai, sinkronisasi data, hingga proses pengelolaan rapor melalui aplikasi RDM. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung agar lebih memahami penggunaan sistem tersebut.
Aji Prayetno menjelaskan bahwa seluruh data nilai yang diinput dalam RDM akan tersimpan secara digital dan terintegrasi dengan sistem e-Rapor. Dengan demikian, data peserta didik dapat terdokumentasi dengan baik dan memudahkan madrasah dalam melakukan pengarsipan maupun pelaporan.
“Seluruh nilai yang dimasukkan ke dalam RDM akan terdokumentasi dan juga diunggah ke e-Rapor. Oleh karena itu, ketelitian dalam pengisian data menjadi sangat penting agar tidak terjadi kesalahan pada hasil akhir rapor siswa,” jelas Aji Prayetno di hadapan peserta pelatihan.
Lebih lanjut, Mufidatul Chairi berharap implementasi RDM dapat berjalan lancar pada seluruh MI di Kabupaten Rejang Lebong. Ia juga mengajak seluruh guru dan operator madrasah untuk terus meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi informasi demi mendukung administrasi pendidikan yang lebih modern dan profesional.
Dengan kesiapan 15 MI tersebut, Kabupaten Rejang Lebong menunjukkan komitmennya dalam mendukung digitalisasi layanan pendidikan madrasah. Penerapan RDM diharapkan tidak hanya mempermudah pengelolaan nilai peserta didik, tetapi juga meningkatkan akurasi data serta kualitas pelayanan pendidikan bagi seluruh warga madrasah.
(Randi/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1


