Tabligh Musibah, PAI KUA Curup Tengah Uraikan Kewajiban Ahli Waris
Rejang Lebong (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Curup Tengah, Wawan Miharjo, S.Pd.I, memberikan tausiah dalam kegiatan tabligh musibah yang dilaksanakan di rumah duka salah seorang warga Kelurahan Talang Rimbo Baru Kecamatan Curup Tengah, Selasa (16/06). Kegiatan tersebut dihadiri oleh keluarga almarhum, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang datang untuk menyampaikan belasungkawa dan mendoakan almarhum.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Curup Tengah, Wawan mengajak keluarga yang ditinggalkan untuk senantiasa bersabar dan ikhlas menerima ketetapan Allah SWT. Menurutnya, setiap manusia pasti akan mengalami kematian dan tidak seorang pun mengetahui kapan ajal akan menjemput.
Selain menyampaikan pesan-pesan penguatan spiritual, Wawan juga menguraikan beberapa kewajiban yang harus ditunaikan oleh ahli waris setelah seseorang meninggal dunia. Ia menjelaskan bahwa dalam syariat Islam terdapat hak-hak yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum harta warisan dibagikan kepada para ahli waris.
“Setelah seseorang meninggal dunia, ada beberapa kewajiban yang perlu diperhatikan oleh keluarga atau ahli waris, di antaranya menyelesaikan biaya pengurusan jenazah, melunasi utang almarhum jika ada, menunaikan wasiat yang sesuai dengan ketentuan syariat, kemudian barulah harta yang tersisa dibagikan kepada ahli waris yang berhak,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pembagian warisan hendaknya dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum Islam agar tidak menimbulkan perselisihan di kemudian hari. Keluarga juga dianjurkan untuk bermusyawarah dan mengedepankan nilai-nilai ukhuwah serta keadilan dalam menyelesaikan urusan warisan.
Dalam tausiahnya, ia juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan bekal amal saleh selama hidup. Menurutnya, kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia, melainkan awal menuju kehidupan akhirat yang kekal.
“Musibah kematian hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperbaiki ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga hubungan baik dengan sesama. Sebab tidak ada yang akan menemani kita kelak selain amal yang telah kita kerjakan,” ujarnya.
Kegiatan tabligh musibah berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan. Di akhir acara, jamaah bersama-sama memanjatkan doa untuk almarhum agar diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan juga didoakan agar diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
Melalui kegiatan tabligh musibah ini, KUA Curup Tengah terus berupaya hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan sebagai bentuk pembinaan umat dan penguatan pemahaman keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah



