Rahasia Rumah Tangga Harmonis Dibagikan di Bimwin KUA Curup, Penyuluh Agama Beri Tips Praktis Hadapi Realita Pernikahan
Rejang Lebong (Humas) – Kehidupan rumah tangga yang harmonis tidak hanya dibangun dengan cinta dan kesiapan saat akad nikah, tetapi juga membutuhkan kesabaran, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi setelah pasangan hidup bersama. Pesan inilah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Curup, Oli Sholihat, S.Ag, saat memberikan materi penasehatan dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) kepada lima pasang calon pengantin di Aula KUA Curup, Rabu (17/06).
Dalam suasana yang hangat dan penuh interaksi, Oli mengajak para calon pengantin untuk memahami bahwa kehidupan pernikahan yang sesungguhnya sering kali berbeda dengan teori maupun gambaran indah yang dibayangkan sebelum menikah. Oleh karena itu, pasangan harus memiliki bekal pengetahuan, kesiapan mental, dan kemampuan mengelola berbagai persoalan yang mungkin muncul dalam kehidupan rumah tangga.
Pada kesempatan tersebut, Oli menyampaikan berbagai trik dan tips praktis bagi pasangan yang akan memasuki kehidupan baru sebagai suami istri. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pentingnya membangun komunikasi yang baik sejak awal pernikahan. “Banyak persoalan rumah tangga berawal dari kesalahpahaman yang sebenarnya bisa diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghargai. Jangan memendam masalah terlalu lama, biasakan berdiskusi dengan kepala dingin,” pesannya kepada para peserta.
Selain itu, para calon pengantin juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menerima pasangan apa adanya. Menurutnya, setelah tinggal bersama, setiap pasangan akan melihat kebiasaan, karakter, dan sifat asli masing-masing yang mungkin berbeda dengan harapan sebelumnya. Oleh karena itu, sikap saling memahami dan menghormati menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan keluarga.
Oli juga mengingatkan agar pasangan baru tidak mudah membandingkan kehidupan rumah tangganya dengan keluarga lain yang terlihat sempurna di media sosial maupun lingkungan sekitar. Setiap keluarga memiliki ujian dan proses yang berbeda sehingga fokus utama adalah membangun kebahagiaan dalam rumah tangga sendiri.
Materi yang disampaikan turut menekankan pentingnya pembagian peran dalam keluarga, pengelolaan keuangan rumah tangga, menjaga hubungan baik dengan keluarga besar, serta membiasakan menyelesaikan konflik dengan cara yang bijaksana dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Kelima pasang calon pengantin tampak antusias mengikuti sesi penasehatan. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan yang sering dihadapi pasangan muda setelah menikah. Suasana yang komunikatif membuat materi terasa lebih dekat dengan kondisi nyata yang kemungkinan akan mereka hadapi nantinya.
Kegiatan Bimbingan Perkawinan ini merupakan salah satu upaya KUA Kecamatan Curup dalam mempersiapkan calon pengantin agar tidak hanya siap melaksanakan akad nikah, tetapi juga siap menjalani kehidupan berumah tangga dengan penuh tanggung jawab.
Melalui pembekalan yang diberikan oleh Penyuluh Agama Islam, diharapkan para calon pengantin memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi dinamika kehidupan keluarga serta mampu mewujudkan rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah (SAMAWAH).
(Lidya /Edwinsya)Hastag : #KUAhebat #KUAkeren #PenyuluhBergerak
From : KUA Curup



