Ketua KKGMI Rejang Lebong Hadiri Suroan dan Doa Bersama Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Rejang Lebong (Humas) – Ketua Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Kabupaten Rejang Lebong, Randi Sefto Fanedi, S.Pd., menghadiri kegiatan Suroan dan doa bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang berlangsung di Dusun 6, Desa Air Meles Bawah, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong. (16/6)
Kegiatan yang dilaksanakan pada malam pergantian tahun Hijriah tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Air Meles Bawah, Kepala Dusun 6, imam masjid, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat. Suasana penuh kekhidmatan tampak mewarnai rangkaian acara yang diisi dengan doa bersama, tausiyah keagamaan, dan silaturahmi antarwarga.
Tradisi Suroan merupakan warisan budaya yang telah lama berkembang di tengah masyarakat Jawa dan menjadi salah satu bentuk akulturasi antara budaya lokal dengan nilai-nilai Islam. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan setiap malam 1 Muharram atau 1 Suro sebagai momentum untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri, sekaligus memanjatkan doa agar diberikan keselamatan, keberkahan, serta perlindungan dari Allah SWT dalam menjalani tahun yang baru.
Ketua KKGMI Rejang Lebong, Randi menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat Dusun 6 yang terus menjaga dan melestarikan tradisi positif tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Tradisi Suroan yang diisi dengan doa bersama dan muhasabah merupakan kegiatan yang sangat baik. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan antarwarga,” ujar Randi saat ditemui usai kegiatan.
Sementara itu, Yus selaku Kepala Dusun 6 Desa Air Meles Bawah menyampaikan bahwa pelaksanaan Suroan setiap tahun selalu mendapat dukungan dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi warga untuk berkumpul, berdoa bersama, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur.
“Kami berharap melalui doa bersama ini masyarakat diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalani tahun yang baru. Tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.
Tokoh agama setempat dalam tausiyahnya mengajak seluruh warga menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Ia menegaskan bahwa pergantian tahun Hijriah hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian waktu, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Melalui kegiatan Suroan dan doa bersama tersebut, masyarakat Dusun 6 Desa Air Meles Bawah menunjukkan komitmen untuk terus menjaga tradisi yang sarat dengan nilai keagamaan dan sosial. Diharapkan, semangat kebersamaan, persaudaraan, dan nilai-nilai religius yang terbangun dalam kegiatan ini dapat terus terpelihara serta menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat.
(Habsa/Edwinsya)Hastag : #KKGMI #KKKMI #REJANGLEBONG #HUMAS
From : MIN 1



