Tingkatkan Kemampuan Baca Al-Qur'an, PAI KUA Curup Tengah Ajarkan Hukum Mim Sukun di MT Nurul Qomar
Rejang Lebong (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Curup Tengah, Siti Robi’ah, S.Pd.I, memberikan pembinaan ilmu tajwid kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Nurul Qomar Kelurahan Kampung Jawa, Kamis (25/6). Materi yang disampaikan pada pertemuan kali ini membahas hukum Mim Sukun, salah satu kaidah penting dalam membaca Al-Qur'an secara benar sesuai ilmu tajwid.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut diikuti oleh seluruh jamaah majelis taklim. Selain menyampaikan teori, PAI KUA Curup Tengah, Siti Robi’ah juga memberikan contoh bacaan dan mengajak jamaah mempraktikkan secara langsung hukum Mim Sukun dalam beberapa ayat Al-Qur'an, sehingga materi lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Dalam penyampaiannya, PAI KUA Curup Tengah, Siti Robi’ah menjelaskan bahwa hukum Mim Sukun terbagi menjadi tiga, yaitu Idzhar Syafawi, apabila Mim Sukun bertemu dengan seluruh huruf hijaiyah selain Mim dan Ba; Ikhfa Syafawi, apabila Mim Sukun bertemu dengan huruf Ba sehingga dibaca samar disertai dengung; serta Idgham Mimi (Mutamatsilain), apabila Mim Sukun bertemu dengan huruf Mim sehingga dibaca melebur dengan dengung.
Menurutnya, pemahaman terhadap hukum tajwid merupakan bagian penting dalam menjaga kemurnian bacaan Al-Qur'an. Dengan membaca sesuai kaidah yang benar, seorang muslim tidak hanya memperoleh bacaan yang indah, tetapi juga dapat menghindari kesalahan yang berpotensi mengubah makna ayat.
"Belajar tajwid adalah kewajiban bagi setiap muslim yang membaca Al-Qur'an. Meskipun dilakukan secara bertahap, yang terpenting adalah terus belajar dan membiasakan diri membaca Al-Qur'an sesuai dengan kaidah yang telah diajarkan oleh para ulama," ujarnya di hadapan jamaah.
Jamaah MT Nurul Qomar tampak aktif mengikuti pembelajaran dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan hukum Mim Sukun dalam bacaan sehari-hari. Suasana pembelajaran berlangsung interaktif, sehingga materi dapat dipahami dengan lebih baik oleh para peserta.
Kepala KUA Curup Tengah, H. Bulkis mengapresiasi kegiatan pembinaan yang rutin dilaksanakan oleh para Penyuluh Agama Islam di wilayah binaan. Menurutnya, majelis taklim merupakan sarana strategis untuk meningkatkan literasi Al-Qur'an sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, KUA Curup Tengah berharap masyarakat semakin termotivasi untuk terus mempelajari ilmu tajwid, memperbaiki bacaan Al-Qur'an, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan yang berkesinambungan diharapkan mampu melahirkan generasi Qur'ani yang cinta Al-Qur'an, fasih membacanya, dan menjadikan ajarannya sebagai pedoman hidup.
(Ebit /Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah



