Ceramah Takziyah, Kepala KUA Curup Tengah : 8 Anjuran Umat Muslim kepada Jenazah
Rejang Lebong (Humas) – Kepala KUA Curup Tengah, Bulkis menghadiri sekaligus menyampaikan ceramah takziyah di rumah duka salah seorang warga di Kelurahan Sidorejo, Senin (29/6). Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan masyarakat tentang delapan anjuran yang hendaknya dilakukan umat Islam terhadap saudara seiman yang telah meninggal dunia sebagai bentuk penghormatan sekaligus pemenuhan hak seorang muslim atas muslim lainnya.
Mengawali ceramahnya, Kepala KUA Curup Tengah, Bulkis mengajak jamaah untuk menjadikan musibah kematian sebagai pengingat bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa mempersiapkan bekal amal saleh selama hidup di dunia.
"Duka yang kita rasakan hari ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua. Kematian adalah kepastian yang tidak dapat dihindari, sehingga yang terpenting adalah bagaimana kita mempersiapkan diri dengan keimanan dan amal kebajikan," ujarnya.
Dalam penyampaiannya, Bulkis menjelaskan delapan anjuran yang hendaknya dilakukan umat Islam kepada jenazah. Pertama, segera memejamkan mata jenazah dan mendoakannya. Kedua, menyegerakan pengurusan jenazah sesuai syariat. Ketiga, memandikan jenazah dengan penuh penghormatan. Keempat, mengafani jenazah dengan kain yang layak. Kelima, melaksanakan salat jenazah sebagai bentuk do’a dan permohonan ampun kepada Allah SWT.
Selanjutnya, keenam adalah mengantarkan jenazah hingga ke pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir. Ketujuh, menguburkan jenazah dengan baik sesuai tuntunan syariat. Dan kedelapan, mendoakan almarhum atau almarhumah setelah pemakaman serta memohonkan ampunan kepada Allah SWT agar diberikan rahmat, ampunan, dan tempat terbaik di sisi-Nya.
Bulkis menegaskan bahwa seluruh rangkaian tersebut merupakan bagian dari fardu kifayah yang menjadi tanggung jawab bersama umat Islam. Apabila telah dilaksanakan oleh sebagian kaum muslimin, maka gugurlah kewajiban yang lain. Namun apabila diabaikan, seluruh masyarakat di lingkungan tersebut turut memikul tanggung jawab.
Beliau juga mengajak masyarakat untuk menjaga tradisi takziyah sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memberikan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan, sekaligus mengingatkan diri akan kehidupan akhirat.
"Takziyah bukan sekadar hadir di rumah duka, tetapi juga menjadi momentum untuk saling menguatkan, mendoakan almarhum, serta mengambil pelajaran bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa almarhum, melapangkan kuburnya, dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan," tuturnya.
Melalui ceramah tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami tuntunan syariat Islam dalam memuliakan jenazah dan terus menjaga semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #KUACurupTengah#BerkhidmatdanBersinergiUntukUmmat#
From : KUA Curup Tengah



