Guru MIN 1 Rejang Lebong Berhasil Tuntaskan Challenge Pertama Pelatihan GEMA AI
Rejang Lebong (Humas) – Komitmen guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong dalam meningkatkan kompetensi di bidang teknologi terus diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Pelatihan AI Gemini Academy (GEMA AI). Salah satu peserta, Ayu Rizki Angraini, S.Pd.I., M.Pd., berhasil menuntaskan Challenge ke-1 yang menjadi bagian dari rangkaian pelatihan tersebut. Keberhasilan ini menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pembelajaran di madrasah.
Saat diwawancarai pada Selasa (30/6), Ayu Rizki Angraini menjelaskan bahwa tantangan pertama yang berhasil diselesaikannya adalah membuat asisten penyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menggunakan Gemini AI. Asisten tersebut dirancang untuk membantu guru menyusun perangkat pembelajaran Tema 1 hingga Tema 4 secara lebih cepat, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas.
"Alhamdulillah saya telah berhasil menyelesaikan Challenge ke-1 dalam Pelatihan GEMA AI, yaitu membuat asisten penyusun RPP untuk Tema 1 sampai Tema 4 menggunakan Gemini AI. Tantangan ini memberikan pengalaman baru bagi saya dalam memanfaatkan teknologi AI sebagai pendamping kerja guru sehingga penyusunan perangkat pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien," ujar Ayu.
Pelatihan GEMA AI diselenggarakan secara daring dan terbuka bagi guru serta tenaga kependidikan madrasah yang telah memiliki akun Google Workspace for Education. Program yang diinisiasi oleh Kementerian Agama ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital pendidik melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam mendukung proses pembelajaran maupun administrasi pendidikan di lingkungan madrasah.
Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya dikenalkan pada berbagai fitur Gemini AI, tetapi juga diberikan tantangan praktik secara bertahap agar mampu menghasilkan produk yang dapat diterapkan secara langsung dalam tugas sehari-hari. Dengan pendekatan berbasis praktik, guru diharapkan semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi AI secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab.
Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi atas semangat para guru yang terus meningkatkan kompetensinya melalui berbagai program pelatihan, termasuk GEMA AI. Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pendidik di era digital.
"Kami sangat mendukung guru-guru MIN 1 Rejang Lebong untuk terus mengikuti pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi profesional, termasuk Pelatihan GEMA AI ini. Kehadiran teknologi kecerdasan buatan bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi menjadi alat bantu agar proses pembelajaran semakin inovatif, efektif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan," ungkap Mufidatul Chairi.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dan dibagikan kepada rekan-rekan guru lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas di lingkungan madrasah. Dengan demikian, budaya belajar dan berinovasi di MIN 1 Rejang Lebong akan terus tumbuh seiring perkembangan teknologi.
Keikutsertaan guru MIN 1 Rejang Lebong dalam Pelatihan GEMA AI sekaligus menunjukkan komitmen madrasah dalam mendukung transformasi digital pendidikan. Melalui pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan, diharapkan kualitas pembelajaran semakin meningkat, administrasi pendidikan menjadi lebih efisien, serta tercipta ekosistem belajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
(Randi/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1



