Pimpin Akad Nikah, Kepala KUA Curup Tengah Tekankan Makna Pernikahan sebagai Ibadah dan Fondasi Keluarga Sakinah
REJANG LEBONG (Humas KUA) – Suasana penuh haru dan khidmat menyelimuti prosesi ijab dan kabul pasangan kekasih, Rangga dan Alice, pada Kamis (02/07/2026). Prosesi sakral yang menandai babak baru kehidupan mereka ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup Tengah, H. Bulkis, S.Th.I., M.H.I.
Bertindak sebagai penghulu sekaligus pemberi nasihat perkawinan, H. Bulkis mengingatkan kedua mempelai dan keluarga yang hadir bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan lahiriah atau legalitas formal antara seorang laki-laki dan perempuan. Lebih dari itu, pernikahan adalah ibadah mulia yang menjadi pondasi utama dalam membangun peradaban umat melalui keluarga yang sakinah.
Di hadapan kedua mempelai dan para saksi, H. Bulkis menegaskan bahwa kalimat ijab dan kabul yang baru saja diucapkan merupakan sebuah perjanjian yang sangat kokoh (mitsaqan ghalizha). Perjanjian ini membawa tanggung jawab besar, baik di dunia maupun di hadapan Allah SWT.
"Pernikahan adalah ibadah yang berlangsung sepanjang hayat. Setiap hak dan kewajiban yang dijalankan dengan penuh keikhlasan akan bernilai pahala. Jadikan rumah tangga sebagai tempat beribadah, saling mendukung dalam kebaikan, dan bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah," pesan Bulkis penuh khidmat.
Beliau juga membagikan tips praktis dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Menurutnya, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan keharmonisan jika tidak diiringi dengan:
- Komunikasi yang Sehat: Menjadi kunci utama dalam memahami isi hati pasangan.
- Kesabaran dan Kejujuran: Menghadapi perbedaan karakter dengan sikap dewasa.
- Saling Percaya & Komitmen: Menyelesaikan setiap badai persoalan melalui jalan musyawarah yang islami.
Lebih lanjut, Kepala KUA Curup Tengah ini mengajak Rangga dan Alice untuk menghidupkan nuansa religius di dalam rumah mereka sejak hari pertama. Caranya adalah dengan senantiasa menjaga salat berjamaah, merutinkan membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak doa bersama. Dengan begitu, ketenangan (sakinah), rasa cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmat) akan selalu mengalir di dalam rumah tangga mereka.
Setelah prosesi ijab dan kabul dinyatakan sah oleh para saksi, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh H. Bulkis. Isak tangis haru bahagia dari keluarga pecah mengiringi bait-bait doa agar kedua mempelai dikaruniai keberkahan, rezeki yang halal, serta keturunan yang saleh dan salehah.
Melalui setiap pelayanan akad nikah, KUA Curup Tengah berkomitmen tidak hanya tertib secara administrasi hukum negara, tetapi juga menyuntikkan nilai-nilai spiritual yang kuat bagi para pengantin baru demi terwujudnya masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
(Ebit/Gagah)Hastag : #KUACurupTengah #Melayani
From : KUA Curup Tengah



