Tembus Medan Berat, KUA Sindang Dataran Sukseskan Gerakan Nasional 1.448 Titik Rashdul Qiblat di Pelosok
Rejang Lebong (HUMAS) – Akses jalan yang sulit dan medan geografis yang menantang sama sekali bukan penghalang bagi jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang Dataran untuk melayani umat. Demi memberikan edukasi astronomi Islam di wilayah pelosok, tim KUA rela menempuh perjalanan berat menuju Musala Al Ikhlas Talang Bandar, Desa MT Al Hidayah, pada Jumat (03/07/2026).
Kedatangan tim KUA ini adalah untuk menggelar sosialisasi dan praktik langsung Rashdul Qiblat, sebuah metode ilmiah penentuan arah kiblat yang akurat dengan memanfaatkan pergerakan matahari.
Kegiatan strategis ini dipandu langsung oleh duet Penyuluh Agama Islam (PAI), Soni Adi Pratama, S.Pd.I. dan Irsan, S.Kom.I., serta didampingi oleh Operator Layanan Operasional (OLO), Hikromin.
Di hadapan warga sekitar yang berkumpul dengan penuh antusias, para penyuluh membedah secara gamblang apa itu fenomena Rashdul Qiblat. Fenomena astronomis ini terjadi ketika posisi matahari berada tepat di atas Ka'bah, sehingga bayangan dari benda apa pun yang berdiri tegak lurus di bumi akan mengarah lurus ke kiblat.
Soni Adi Pratama menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan bagian dari kontribusi nyata daerah dalam menyukseskan program prioritas Kementerian Agama RI.
"Meskipun medan yang kami tempuh menuju lokasi ini cukup berat, semangat kami untuk melayani masyarakat tidak pernah surut. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan penuh kami terhadap Gerakan Nasional 1.448 Titik Rashdul Qiblat Tahun 2026 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Kami ingin memastikan masyarakat di pelosok pun memiliki literasi yang baik dalam mengecek akurasi arah kiblat secara mandiri," tegas Soni.
Sementara itu, Irsan, S.Kom.I., mengajak jemaah untuk tidak ragu mempraktikkan ilmu yang didapat di rumah masing-masing maupun di tempat ibadah terdekat. Menurutnya, metode ini sangat berkepastian hukum syariat dan sains karena sifatnya yang presisi.
"Momentum Rashdul Qiblat adalah kesempatan emas tahunan yang sangat baik. Caranya sederhana, mudah, dan memiliki dasar ilmiah yang kuat. Ketepatan arah kiblat ini sangat penting karena menjadi bagian dari kesempurnaan dan kekhusyukan ibadah salat kita," ungkap Irsan.
Sosialisasi berlangsung sangat interaktif. Warga tidak hanya disuguhi teori di dalam musala, tetapi juga diajak melakukan simulasi dan praktik sederhana di area luar untuk melihat bagaimana bayangan benda bekerja menentukan koordinat ka'bah.
Melalui keberhasilan menembus batas geografis ini, KUA Kecamatan Sindang Dataran kembali membuktikan komitmen totalnya dalam menghadirkan layanan keagamaan berkualitas tanpa tebang pilih. Semangat menyukseskan Gerakan Nasional 1.448 Titik Rashdul Qiblat ini diharapkan mampu memberikan rasa tenang dan mantap bagi umat dalam menjalankan ibadah sehari-hari.
(Melisa/Gagah)Hastag : #KUASINDANGDATARAN
From : KUA Dataran



