Jangan Buru-Buru! BKM Al Munawarrah Belitar Muka dan KUA Sindang Kelingi Kupas Tuntas Kunci Sahnya Salat
Rejang Lebong (HUMAS) – Salat yang khusyuk dan sah sesuai syariat merupakan idaman setiap muslim. Menjawab kebutuhan spiritual tersebut, Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Al Munawarrah Desa Belitar Muka kembali menggelar pengajian rutin bulanan yang sarat ilmu pada Ahad (05/07/2026).
Pengajian fikih kali ini menarik perhatian besar dari jemaah dan masyarakat setempat karena secara khusus membedah rukun salat yang sering kali luput dari kesempurnaan, yaitu rukun ke-11 dan ke-12: duduk di antara dua sujud serta tuma'ninah.
Hadir sebagai penceramah utama, Ustadz H. Muhammad Abu Dzar, Lc., M.H.I., mengupas tuntas anatomi gerakan dan spiritualitas salat. Beliau menjelaskan bahwa duduk di antara dua sujud harus dipraktikkan dengan posisi iftirasy (menduduki kaki kiri dan menegakkan kaki kanan) secara benar dan penuh ketenangan.
Ustadz Abu Dzar memberikan catatan tebal mengenai fenomena "salat kilat" yang marak terjadi akibat kurangnya pemahaman tentang pentingnya jeda diam sejenak (tuma'ninah).
"Banyak di antara kita yang terkadang terburu-buru dalam salat, terutama saat berpindah dari sujud ke posisi duduk. Padahal, tuma'ninah adalah kunci sah atau tidaknya salat seseorang. Duduklah dengan tenang sampai posisi tulang belakang kembali ke tempatnya semula, lalu resapi dengan dalam doa yang kita panjatkan di antara dua sujud tersebut," tegas Ustadz Abu Dzar di hadapan jemaah.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini mendapat pengawalan dan dukungan penuh dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang Kelingi. Hadir di tengah-tengah jemaah, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Sindang Kelingi, Septi Arjuani, S.Sos.
Kehadiran pihak KUA ini menjadi bukti komitmen negara melalui Kementerian Agama untuk selalu membersamai masyarakat dalam meningkatkan literasi keagamaan, khususnya dalam perbaikan kualitas ibadah mahdhah sehari-hari.
Apresiasi tinggi pun datang dari Ketua BKM Masjid Al Munawarrah. Pihaknya berterima kasih atas grafik antusiasme jemaah yang terus meroket serta dukungan ilmu yang disalurkan oleh Ustadz Abu Dzar dan KUA Sindang Kelingi.
Sebelum ditutup, forum pengajian berubah menjadi ruang diskusi yang hangat. Jemaah memanfaatkan sesi tanya jawab interaktif secara maksimal untuk mengonsultasikan berbagai kendala fisik maupun keraguan seputar tata cara salat yang benar.
Rangkaian acara kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin dengan syahdu, memohon keselamatan, kesehatan, serta limpahan keberkahan bagi seluruh warga Desa Belitar Muka. Lewat kajian yang terarah ini, kualitas ibadah masyarakat diharapkan makin meningkat demi meraih salat yang maqbul.
(Septi/Gagah)Hastag : #KUASINDANGKELINGI
From : KUA S. Kelingi



