Potong Rantai Stunting dari Hulu, KUA Curup Utara Kawal Penyusunan RKPDes 2027
Rejang Lebong (HUMAS) – Masalah stunting atau tengkes bukan sekadar urusan pemenuhan gizi saat anak lahir, melainkan perjuangan yang harus dimulai sejak hulu pernikahan. Membawa misi penting tersebut, Pelaksana Layanan Operasional (PLO) KUA Kecamatan Curup Utara, Rahmat Yudhi Septian, M.Pd., menghadiri forum krusial Rembuk Stunting dan Musyawarah Desa (Musdes) pada Senin (06/07/2026).
Pertemuan taktis ini digelar untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027, dengan mempertemukan pemerintah desa, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta lintas sektor guna merancang pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Kehadiran perwakilan KUA Curup Utara dalam Musdes ini bertujuan untuk memastikan program percepatan penurunan stunting terintegrasi secara terpadu dan berkelanjutan dalam anggaran serta kebijakan desa di tahun 2027.
Dalam penyampaiannya, Rahmat Yudhi Septian menegaskan bahwa KUA memegang peran strategis sebagai gerbang utama pembentukan keluarga. Melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dan pembinaan keluarga sakinah, KUA aktif mengedukasi calon pengantin (catin) tentang pentingnya kesiapan fisik, mental, finansial, dan spiritual sebelum memasuki bahtera rumah tangga.
"Upaya memotong rantai stunting ini bukan hanya beban sektor kesehatan saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). KUA berkomitmen penuh mengambil peran di bagian pencegahan hulu. Kita bina para calon pengantin agar mereka siap melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkualitas, dan bebas stunting," tegas Rahmat.
Selain fokus pada penanganan tengkes, Musdes ini juga menjadi wadah demokrasi bagi warga untuk menyalurkan berbagai usulan prioritas pembangunan desa untuk tahun anggaran 2027. Berbagai aspirasi ditampung secara transparan agar program yang dicanangkan nantinya benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat setempat.
Keikutsertaan aktif PLO KUA Curup Utara dalam forum perencanaan desa ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Agama untuk keluar dari zona administratif dan masuk ke ranah kolaborasi lintas sektor.
Melalui sinergi yang rapat antara pemerintah desa, kader kesehatan, KUA, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan garis program yang tertuang dalam RKPDes 2027 mampu dieksekusi dengan baik. Langkah ini diharapkan menjadi pondasi kokoh dalam melahirkan generasi emas Indonesia serta mewujudkan desa yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
(Rodia/Gagah)Hastag : #RembukStunting #RKPDes #DesaSukadatang #PAIKUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



