Sinergi Umara dan Ulama, Tokoh Penting Rejang Lebong Hadiri Ritual Sedekah Bumi di Desa Kampung Melayu
Rejang Lebong (HUMAS) – Ratusan warga Desa Kampung Melayu tumpah ruah dalam kemeriahan tradisi tahunan Sedekah Bumi yang digelar pada Selasa, 7 Juli 2026. Acara yang sarat akan nilai budaya dan religius ini menjadi magnet tersendiri dengan hadirnya para pejabat daerah, anggota legislatif, hingga jajaran fungsional keagamaan setempat.
Hadir langsung di tengah-tengah antusiasme warga, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bermani Ulu, Bapak H. Yusman, yang didampingi oleh staf dan Penyuluh Agama Islam, Joni Anjerian, S.Ag. Kehadiran institusi keagamaan ini menjadi wujud nyata dukungan penuh pemerintah terhadap kelestarian adat lokal yang selaras dengan nilai-nilai spiritual.
Momentum sakral ini juga dimanfaatkan oleh para pemangku kebijakan untuk bertatap muka dan mempererat silaturahmi dengan konstituen serta masyarakat. Ketua DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Bapak Yayan Juliansyah, bersama anggota dewan, Bapak Anton Doriska, ST, tampak hadir di lokasi dan bergantian memberikan sambutan hangat yang disambut tepuk tangan riuh dari warga.
Senada dengan para wakil rakyat, Kepala Desa Kampung Melayu, Bapak Handoyo, dalam pidatonya menyelipkan pesan penting demi kemajuan desa. Ia mengimbau seluruh warganya untuk terus memupuk rasa persaudaraan.
"Saya menghimbau seluruh masyarakat Kampung Melayu untuk selalu meningkatkan kebersamaan dan kekompakan dalam setiap kegiatan di desa ini," ujar Handoyo tegas.
Apresiasi mendalam juga datang dari Camat Bermani Ulu, Bapak Jimy Remon. Dalam sambutan resminya, ia menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran para pejabat kabupaten dan tokoh agama yang telah meluangkan waktu untuk menyemarakkan acara di wilayah yang dipimpinnya tersebut.
Sebagai bentuk representasi hubungan vertikal makhluk dengan Sang Pencipta, esensi utama dari sedekah bumi adalah rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil tani yang melimpah. Ritual adat ini pun mencapai puncaknya pada sesi doa bersama.
Dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Bermani Ulu, Bapak Joni Anjerian, S.Ag, prosesi doa penutup berlangsung dengan sangat tenang, khusyuk, dan menyentuh hati. Lantunan doa yang dipanjatkan menggema, membawa harapan agar Desa Kampung Melayu selalu diberkahi, dijauhkan dari marabahaya, dan warganya semakin makmur.
Melalui perpaduan apik antara pelestarian adat dan penguatan nilai keagamaan ini, KUA Bermani Ulu bersama pemerintah kecamatan sukses membuktikan bahwa tradisi lokal bisa menjadi jembatan kokoh untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus mempertebal keimanan.
(Sendi/Gagah)
Hastag : #kuabermaniulu
From : KUA Bermni Ulu



