Hadir di Tengah Duka Warga, Penyuluh Agama KUA Berikan Penguatan Spiritual Lewat Tausiyah Takziah
REJANG LEBONG – Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada urusan formal di kantor, melainkan juga menjadi sandaran spiritual di kala warga sedang dirundung duka. Hal ini dibuktikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA, Ratih Bulgis, S.Sos., yang hadir menyampaikan ceramah takziah sekaligus memberikan penguatan mental bagi keluarga besar Almarhumah Nirleli di rumah duka.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh sanak saudara, tokoh masyarakat, serta ratusan jemaah yang datang berduyun-duyun untuk memberikan penghormatan terakhir serta mendoakan almarhumah.
Prosesi takziah diawali dengan sambutan hangat nan mengharukan dari perwakilan pihak keluarga, Sukaesi, S.H., M.H. Dalam penyampaiannya, Sukaesi mengutarakan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran, simpati, dan untaian doa dari seluruh pelayat. Ia berharap ketulusan doa yang dipanjatkan dapat menjadi wasilah (perantara) dilapangkannya jalan Almarhumah Nirleli menghadap Sang Khalik.
Memasuki acara inti, Ratih Bulgis menyampaikan tausiyah yang menyentuh hati para jemaah. Ia mengingatkan kembali esensi dari sebuah kematian sebagai pengingat bagi mereka yang masih bernapas.
"Kematian adalah sebuah kepastian yang tidak bisa dinegosiasikan oleh manusia. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya menjadikan peristiwa duka ini sebagai sarana muhasabah (evaluasi) diri untuk memperbanyak amal saleh serta senantiasa mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat," ujar Ratih dalam ceramahnya yang menyejukkan.
Ratih juga mengajak seluruh pelayat yang hadir untuk tidak putus mengirimkan doa agar Almarhumah Nirleli diampuni segala dosanya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, ia mendoakan agar senantiasa didekap oleh kesabaran dan keikhlasan yang luas.
Di tempat terpisah, Kepala KUA, Efrianto, S.Sos.I., M.H., melayangkan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kelincahan para penyuluhnya yang selalu aktif berada di garda terdepan kegiatan sosial-keagamaan masyarakat.
Menurut Efrianto, langkah jemput bola dalam memberikan bimbingan spiritual termasuk saat momen takziah adalah pengejawantahan sejati dari fungsi KUA yang responsif dan humanis. KUA bukan lagi sekadar institusi administratif, melainkan mitra emosional yang hadir langsung menanamkan nilai-nilai keislaman di tengah pasang surut kehidupan masyarakat.
Acara ditutup dengan sesi doa bersama yang berjalan penuh kekhusyukan, memohon magfirah bagi almarhumah serta ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
(Ratih/Gagah)Hastag : #kuakotapadang #penyuluagamaislambergerak
From : KUA Kota Padang



