Narkoba Incar Generasi Muda, Kepala MTsN 1 Rejang Lebong Suarakan Pentingnya "Segitiga Emas" Pencegahan
Rejang Lebong (HUMAS) – Madrasah bukan sekadar tempat mentransfer ilmu akademik, melainkan benteng moral pertama bagi para pelajar di luar rumah. Menyadari besarnya tanggung jawab tersebut, Kepala MTsN 1 Rejang Lebong, Dr. Yuhmir, M.Pd.I, ambil bagian dalam webinar strategis bertajuk "Menciptakan Rejang Lebong Bersinar (Bersih dari Narkoba)" yang digelar secara daring pada Rabu (08/07).
Forum krusial ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Rejang Lebong, seluruh Kepala KUA, serta jajaran kepala madrasah negeri dan swasta se-Kabupaten Rejang Lebong. Tak main-main, webinar ini menghadirkan pakar dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu, Ibu Evi Susanti, S.H., sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Evi Susanti membedah potret kelam penyalahgunaan narkoba di Provinsi Bengkulu yang kian memprihatinkan. Ia mengupas fase berbahaya runtuhnya masa depan remaja yang dimulai dari sekadar rasa penasaran, coba-coba, penggunaan rutin, hingga berujung pada kecanduan berat yang merusak fisik dan mental.
Merespons paparan tersebut, Kepala MTsN 1 Rejang Lebong, Dr. Yuhmir, membagikan rahasia dapur madrasahnya dalam membentengi siswa. Selama ini, MTsN 1 Rejang Lebong telah mengunci pertahanan lewat penguatan pendidikan agama, pembiasaan ibadah harian, optimalisasi bimbingan konseling (BK), hingga pengawasan ketat.
Namun, Yuhmir melemparkan sebuah catatan kritis sekaligus pertanyaan tajam dalam sesi diskusi terkait batasan waktu interaksi di sekolah.
"Madrasah hanya memiliki waktu beberapa jam untuk berinteraksi dengan siswa di sekolah. Sementara porsi pembentukan karakter terbesar justru terjadi di luar pagar sekolah—yaitu di lingkungan keluarga dan masyarakat. Bagaimana kita menyinergikan batasan ini?" tanya Dr. Yuhmir.
Menjawab tantangan tersebut, pihak BNNP Bengkulu menegaskan bahwa madrasah tidak bisa dibiarkan bertarung sendirian. Dibutuhkan kerja sama "Segitiga Emas" yang solid, yaitu:
- Madrasah sebagai pusat edukasi formal dan pembina karakter.
- Keluarga sebagai benteng pertama yang memberikan kasih sayang dan pengawasan melekat.
- Masyarakat dan Aparat yang bertugas menciptakan lingkungan sosial yang bersih dan kondusif.
Jika salah satu kaki dari segitiga ini rapuh, maka bandar narkoba akan dengan mudah menyusup masuk mengincar anak-anak.
Menutup kegiatan tersebut, Dr. Yuhmir menegaskan komitmen penuh MTsN 1 Rejang Lebong untuk terus meningkatkan literasi bahaya narkoba dan memperketat benteng moral siswa.
"Generasi yang cerdas harus dibangun dengan akhlak yang kuat, lingkungan yang sehat, dan komitmen bersama untuk berani mengatakan tidak pada narkoba. Inilah ikhtiar total kami demi mewujudkan Rejang Lebong Bersinar," pungkas Yuhmir dengan tegas.
(Dr. Yuhmir, M.Pd.I/Gagah)Hastag : #MTsNegeri1RejangLebong
From : MTsN 1



