Mantapkan Arah Kiblat, Perangkat Desa Belitar Seberang Ikuti Bimbingan Rashdul Kiblat oleh Penyuluh KUA Sindang Kelingi
Rejang Lebong (Humas) – Perangkat Desa Belitar Seberang bersama perangkat agama menunjukkan komitmen tinggi dalam menyambut fenomena Rashdul Kiblat atau Istiwa A'zam, yakni saat matahari berada tepat di atas Ka'bah. Sebagai langkah persiapan, mereka melakukan pendataan sekaligus pendaftaran lokasi yang akan mengikuti pengukuran arah kiblat pada 15–16 Juli 2026 mendatang.
Kegiatan pendataan dan pembekalan teknis tersebut dilaksanakan di kediaman Bapak Marsudi pada Kamis (9/7) malam, seusai salat Isya. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman teknis kepada peserta agar pelaksanaan pengukuran arah kiblat dapat dilakukan secara tepat, akurat, dan sesuai dengan kaidah ilmu falak.
Pembekalan dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang Kelingi, Septi Arjuani, S.Sos. Dalam penyampaiannya, ia mengapresiasi tingginya antusiasme perangkat desa dan tokoh agama yang berkomitmen menyukseskan pelaksanaan Rashdul Kiblat di Desa Belitar Seberang. Menurutnya, partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan program ini di tingkat desa.
Septi Arjuani menjelaskan bahwa momentum Rashdul Kiblat merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi masyarakat untuk memverifikasi maupun mengoreksi arah kiblat masjid, musala, maupun rumah tinggal dengan cara yang mudah, praktis, dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Ia menegaskan bahwa ketepatan arah kiblat merupakan salah satu syarat sah salat sehingga upaya kalibrasi secara berkala sangat dianjurkan.
"Partisipasi aktif perangkat desa dan perangkat agama menjadi modal penting dalam menyukseskan kegiatan ini. Dengan bekal bimbingan yang diberikan, kami berharap masyarakat Desa Belitar Seberang dapat memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat pada 15 dan 16 Juli secara maksimal sehingga penentuan arah kiblat dapat dilakukan dengan lebih tepat dan akurat," ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap penjelasan serta mencatat tahapan teknis pelaksanaan, mulai dari persiapan alat sederhana seperti bandul dan tiang lurus (tongkat istiwa), pemilihan permukaan yang datar dan benar-benar horizontal, hingga pentingnya ketepatan waktu melalui pencocokan jam sebelum proses pengukuran dilakukan. Sesi tanya jawab juga berlangsung dinamis, dengan peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait kendala teknis yang mungkin dihadapi di lapangan.
Melalui pendataan dan bimbingan secara kolektif ini, Desa Belitar Seberang diharapkan siap menyukseskan gerakan kalibrasi arah kiblat secara serentak, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk meningkatkan ketepatan arah kiblat di seluruh rumah ibadah sehingga dapat menunjang kenyamanan, ketenangan, dan kekhusyukan umat Islam dalam melaksanakan ibadah salat.
(Septi/Edwinsya)Hastag : KUA SINDANG KELINGI
From : KUA S. Kelingi



