Kajian Subuh Jumat, PAI KUA Curup Tengah Bahas Kewajiban Anak kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia
Rejang Lebong (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup Tengah kembali menggelar Kajian Subuh Jumat di Masjid Jamik Pasar Baru, Jum’at (10/7) sebagai bagian dari upaya pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Pada kesempatan kali ini, materi yang disampaikan mengangkat tema "Kewajiban Anak kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia", yang diikuti dengan antusias oleh jamaah.
Dalam kajian tersebut, Penyuluh Agama Islam, Wawan Miharjo, S.Pd.I, menjelaskan bahwa berbakti kepada orang tua tidak terhenti ketika mereka telah meninggal dunia. Seorang anak tetap memiliki kewajiban untuk mendoakan kedua orang tuanya, memohonkan ampun kepada Allah SWT, menunaikan wasiat yang tidak bertentangan dengan syariat, menyambung tali silaturahmi dengan kerabat dan sahabat orang tua, serta melunasi utang atau tanggungan yang masih menjadi kewajiban mereka apabila mampu.
Wawan juga mengingatkan bahwa do’a anak yang saleh merupakan salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir kepada orang tua sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW. Oleh karena itu, setiap anak dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan doa, memperbanyak amal saleh, dan menghadiahkan pahala ibadah kepada kedua orang tuanya sebagai bentuk bakti yang tidak pernah putus.
"Kesuksesan seorang anak bukan hanya diukur dari pencapaian duniawi, tetapi juga dari sejauh mana ia tetap berbakti kepada kedua orang tuanya, baik ketika masih hidup maupun setelah mereka wafat. Jangan pernah berhenti mendoakan mereka dalam setiap kesempatan," pesan Wawan kepada jamaah.
Suasana kajian berlangsung khidmat dan interaktif. Jamaah memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan fikih yang berkaitan dengan doa, sedekah atas nama orang tua, ziarah kubur, hingga bentuk-bentuk amal yang dapat menjadi wasilah untuk menghadiahkan pahala kepada orang tua yang telah meninggal dunia.
Kepala KUA Kecamatan Curup Tengah, H. Bulkis, S.Th.I, MHI, mengapresiasi konsistensi pelaksanaan Kajian Subuh Jumat yang menjadi salah satu media dakwah dan pembinaan umat. Menurutnya, penyampaian materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari akan lebih mudah dipahami dan diamalkan oleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, KUA Curup Tengah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya birrul walidain yang terus berlanjut meskipun orang tua telah wafat. Dengan terus mendoakan, menjaga nama baik keluarga, serta melanjutkan amal kebajikan yang pernah dirintis orang tua, diharapkan hubungan kasih sayang antara anak dan orang tua tetap terjaga sebagai bagian dari nilai-nilai luhur ajaran Islam.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah



