Mengisi Malam Minggu dengan Ilmu, Majelis Taklim Nurul Huda Belitar Seberang Gelar Kajian Bahaya Syirik dan Uzur Berjamaah
Rejang Lebong (Humas) – Di tengah hiruk-pikuk rutinitas akhir pekan, warga Desa Belitar Seberang memilih untuk mengisi malam Minggu dengan kegiatan yang sarat akan nilai-nilai keimanan. Majelis Taklim Nurul Huda sukses menyelenggarakan pengajian rutin yang berlangsung khidmat di Masjid Al-Ikhlas, pada Ahad malam (12/7). Kegiatan ini menjadi bukti nyata tingginya antusiasme masyarakat dalam memperdalam pemahaman agama di tengah kesibukan modern.
Pengajian malam itu menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Wahyu Mustakim, Lc., yang dikenal dengan gaya dakwahnya yang lugas dan berbasis dalil kuat. Dalam tausiyah utamanya, Ustadz Wahyu mengangkat tema krusial mengenai Bahaya Syirik yang ia sebut sebagai dosa terbesar yang mengancam kemurnian akidah seorang Muslim. Beliau mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga tauhid dengan menjauhi segala bentuk perbuatan syirik, baik yang tampak jelas maupun yang tersembunyi.
Selain isu akidah, kajian juga menyentuh aspek fikih ibadah yang bersifat aplikatif. Ustadz Wahyu memaparkan secara detail tentang uzur-uzur syar'i yang menjadi landasan hukum bagi seorang muslim untuk tidak diwajibkan menghadiri salat Jumat dan salat berjamaah di masjid. Pemaparan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh jamaah, mengingat pemahaman tentang keringanan (rukhsah) dalam beribadah sangat penting agar umat tidak terjebak dalam kesempitan tanpa dasar ilmu.
Suasana pengajian berlangsung penuh kekhidmatan. Puluhan anggota aktif Majelis Taklim Nurul Huda tampak mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir dengan saksama, mencatat poin-poin penting, dan aktif dalam sesi tanya jawab yang interaktif.
Kegiatan keagamaan ini turut mendapatkan perhatian serius dari berbagai elemen pemerintahan dan keagamaan setempat. Acara tersebut secara khusus dihadiri oleh Imam Desa Belitar Seberang, Bapak Guntoro, serta Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang Kelingi, Septi Arjuani, S.Sos. Kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan nyata dan pembinaan berkelanjutan terhadap kehidupan beragama di tingkat desa.
Sinergi yang kuat antara KUA, tokoh agama, dan perangkat desa dalam pengajian ini mencerminkan komitmen bersama dalam membina ketahanan spiritual masyarakat. Melalui pengajian rutin yang diselenggarakan setiap pekan ini, diharapkan warga Belitar Seberang tidak hanya mendapatkan siraman rohani, tetapi juga mampu mengimplementasikan ajaran Islam yang moderat dan sesuai tuntunan syariat dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami berharap malam Minggu seperti ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menambah ilmu, memperkuat keimanan, serta mempererat tali ukhuwah Islamiyah di antara sesama," ujar salah satu pengurus Majelis Taklim Nurul Huda. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar jamaah, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di penghujung malam.
(Septi/Edwinsya)Hastag : KUA SINDANG KELINGI
From : KUA S. Kelingi



