MTsN 2 Rejang Lebong Dukung Penelitian Akademik, Kamad Jadi Narasumber Skripsi Mahasiswi IAIN Curup
Rejang Lebong (Humas) – MTsN 2 Rejang Lebong menerima kunjungan mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Siska Nur Hidayah, dari Fakultas Tarbiyah, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, pada Senin (13/7). Kunjungan tersebut bertujuan menyerahkan surat izin penelitian sekaligus melaksanakan wawancara sebagai bagian dari penyusunan skripsinya.
Penelitian yang diangkat berjudul "Kepemimpinan Transformatif Kepala Madrasah dalam Pengembangan Ekstrakurikuler di MTsN 2 Rejang Lebong." Melalui penelitian ini, Siska berupaya menggali strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam membangun, mengembangkan, dan meningkatkan kualitas kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pembinaan karakter dan prestasi peserta didik.
Wawancara dilaksanakan di ruang Kepala Madrasah dengan menghadirkan Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, Siska mengajukan sedikitnya sepuluh pertanyaan wawancara terstruktur yang berkaitan dengan gaya kepemimpinan, pengelolaan program ekstrakurikuler, pembinaan peserta didik, hingga strategi peningkatan prestasi di lingkungan madrasah.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Wawan Herianto menjelaskan bahwa pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian penting dari manajemen pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
"Manajemen ekstrakurikuler adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi seluruh kegiatan ekstrakurikuler agar berjalan secara terarah, berkesinambungan, dan mampu mengembangkan potensi, bakat, minat, serta karakter peserta didik. Kepemimpinan kepala madrasah harus mampu menjadi penggerak, memberikan ruang inovasi kepada pembina, serta membangun kolaborasi agar setiap kegiatan memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa," jelas Wawan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa MTsN 2 Rejang Lebong terus memberikan dukungan terhadap seluruh kegiatan ekstrakurikuler melalui penyediaan pembina yang kompeten, penguatan program kerja, serta pembinaan yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan ekstrakurikuler merupakan hasil sinergi antara kepala madrasah, guru pembina, peserta didik, dan orang tua.
Melalui penelitian ini, diharapkan lahir kajian ilmiah yang dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan manajemen pendidikan, khususnya dalam bidang kepemimpinan transformatif kepala madrasah dan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler di madrasah.
(April/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong
From : MTsN 2



