Penyuluh Agama KUA Sindang Dataran Manfaatkan Seni Hadroh sebagai Media Dakwah Kreatif
Rejang Lebong (Humas) – Pendekatan dakwah yang kreatif dan menyentuh terus dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang Dataran, Soni Adi Pratama, S.Pd.I. Salah satu inovasi yang digalakkan adalah pemanfaatan seni hadroh bersama Majelis Taklim Al-Barzanji Desa Talang Belitar pada Senin malam (13/7) sebagai sarana penyampaian pesan-pesan keislaman yang lebih komunikatif dan menarik.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Desa Talang Belitar tersebut menjadi wadah untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui lantunan shalawat dan irama hadroh yang sarat dengan nilai spiritual. Dengan memadukan seni dan dakwah, suasana pembinaan keagamaan berlangsung lebih hangat, komunikatif, dan mampu menarik antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan, khususnya generasi muda yang kerap kali membutuhkan pendekatan dakwah yang relevan dengan minat mereka.
Dalam kesempatan itu, Soni Adi Pratama menyampaikan bahwa seni hadroh merupakan salah satu media dakwah yang efektif untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Menurutnya, metode dakwah yang variatif sangat diperlukan agar pesan-pesan agama dapat diterima dengan lapang dada dan tidak terkesan kaku.
"Dakwah tidak harus selalu dilakukan melalui ceramah formal. Seni hadroh menjadi media yang indah untuk menyampaikan pesan-pesan Islam. Melalui lantunan shalawat, kita mengajak masyarakat mencintai Rasulullah SAW, mempererat silaturahmi, dan membangun semangat beribadah dengan cara yang menyenangkan," ujar Soni Adi Pratama di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seni hadroh memiliki daya tarik tersendiri karena menggabungkan unsur religius, estetika, dan kebersamaan. Hal ini membuat dakwah tidak terkesan monoton, melainkan menjadi pengalaman spiritual yang membekas di hati para jamaah.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang indah dan ramah. Melalui seni, kita bisa menyampaikan nilai-nilai luhur dengan cara yang tidak menggurui, tetapi menginspirasi," tambahnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari syiar Islam yang ramah, inklusif, dan dekat dengan budaya masyarakat. Dengan demikian, dakwah tidak hanya berlangsung di masjid atau majelis taklim, tetapi juga merasuk dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai ekspresi seni dan budaya.
Majelis Taklim Al-Barzanji Desa Talang Belitar menyambut baik kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan tersebut. Ketua Majelis Taklim menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bimbingan yang diberikan oleh KUA Sindang Dataran, yang telah membantu memperkaya khazanah keagamaan di desa mereka.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Pak Soni. Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga sangat bermanfaat dalam memperdalam pemahaman keagamaan kami. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut," ujar perwakilan Majelis Taklim Al-Barzanji.
Kolaborasi antara penyuluh dan majelis taklim diharapkan dapat memperkuat pembinaan keagamaan serta melestarikan seni hadroh sebagai media dakwah yang edukatif dan inspiratif. Sinergi ini menjadi contoh nyata bagaimana lembaga keagamaan dan masyarakat dapat bergandengan tangan dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan.
Kepala KUA Kecamatan Sindang Dataran melalui Penyuluh Agama Islam, Soni Adi Pratama, menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan pendekatan dakwah yang inovatif dan berbasis kearifan lokal. Menurutnya, setiap metode yang digunakan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa, sehingga syiar Islam dapat dirasakan oleh semua.
Melalui pendekatan dakwah berbasis seni, KUA Kecamatan Sindang Dataran terus berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai ajaran Islam yang murni. Seni hadroh menjadi bukti nyata bahwa syiar Islam dapat disampaikan secara santun, indah, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digalakkan sebagai upaya memperkuat ketahanan spiritual dan sosial masyarakat di tengah dinamika kehidupan modern.
(MELISA/Edwinsya)Hastag : #kuasindangdataran
From : KUA Dataran



