ANTISIPASI CUACA MENDUNG, DUA PENYULUH PPPK KUA BERMANI ULU RAYA MATANGKAN PERSIAPAN PENGUKURAN ARAH KIBLAT HARI KEDUA RASHDUL KIBLAT
Rejang Lebong (Humas) - Setelah pelaksanaan pengamatan fenomena Rashdul Kiblat (Istiwa A'zam) pada Rabu 15 Juni 2026) pukul 16.27 WIB terkendala cuaca mendung, KUA Kecamatan Bermani Ulu Raya bergerak cepat melakukan koordinasi untuk memanfaatkan kesempatan pada hari kedua fenomena tersebut. Melalui sinergi bersama pengurus masjid, dua Penyuluh Agama Islam PPPK KUA Kecamatan Bermani Ulu Raya, Septiawan, S.E.I. dan Ritsa Sindika, S.E., mematangkan persiapan pengukuran arah kiblat yang direncanakan dilaksanakan di Masjid Nurul Iman, Desa Dataran Tapus, pada Kamis (16/7) pukul 16.27 WIB.
Koordinasi dilakukan guna memastikan seluruh sarana pendukung, titik pengamatan, serta lokasi pengukuran telah siap digunakan apabila kondisi cuaca cerah. Persiapan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen KUA Bermani Ulu Raya dalam menghadirkan layanan pengukuran arah kiblat yang akurat, profesional, dan berbasis ilmu falak.
Fenomena Rashdul Kiblat atau Istiwa A'zam merupakan peristiwa astronomi ketika matahari berada tepat di atas Ka'bah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak akan mengarah tepat ke kiblat, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai metode verifikasi arah kiblat dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Septiawan, S.E.I. menjelaskan bahwa kondisi cuaca pada hari pertama menjadi kendala utama karena sinar matahari tertutup awan sehingga bayangan tidak dapat diamati secara jelas.
"Karena cuaca mendung pada hari pertama, pengukuran belum dapat dilaksanakan secara maksimal. Oleh sebab itu, kami bersama pengurus masjid mempersiapkan kembali pelaksanaan pada hari kedua agar apabila cuaca cerah, proses verifikasi arah kiblat dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
Senada dengan itu, Ritsa Sindika, S.E. menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memastikan ketepatan arah kiblat, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat sebagai salah satu metode ilmiah yang diakui dalam penentuan arah kiblat.
"Momentum Rashdul Kiblat merupakan kesempatan yang sangat berharga karena hanya terjadi dua kali dalam setahun. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan momen ini untuk memastikan kembali arah kiblat masjid maupun musala sehingga pelaksanaan ibadah semakin mantap dan sesuai tuntunan syariat," ungkapnya.
Kepala KUA Kecamatan Bermani Ulu Raya, Jamaan Nur, S.Ag., M.Pd., mengapresiasi langkah cepat kedua penyuluh dalam mempersiapkan pelaksanaan pengukuran pada hari kedua. Menurutnya, pelayanan pengukuran arah kiblat merupakan salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"KUA terus berupaya menghadirkan pelayanan yang berkualitas melalui pemanfaatan ilmu falak. Koordinasi ini menunjukkan komitmen kami untuk tetap memberikan pelayanan terbaik meskipun pelaksanaan hari pertama terkendala oleh faktor cuaca," tutur Jamaan Nur.
Melalui koordinasi tersebut, KUA Kecamatan Bermani Ulu Raya berharap pelaksanaan pengukuran arah kiblat di Masjid Nurul Iman Desa Dataran Tapus dapat terlaksana dengan baik apabila kondisi cuaca mendukung. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelayanan keagamaan yang mengedepankan ketepatan, profesionalisme, dan edukasi kepada masyarakat dalam memastikan arah kiblat sebagai salah satu unsur penting dalam pelaksanaan ibadah salat.
(LAILIYA/Edwinsya)Hastag : KUA Bermani Ulu Raya
From : KUA Bermni Ulu Raya



