Jadi Teladan Masyarakat, Penyuluh Agama KUA Curup Manfaatkan Fenomena Rashdul Kiblat untuk Pastikan Arah Kiblat Tetap Akurat
Rejang Lebong (Humas) – Semangat memberikan teladan kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Curup, Oli Sholihat, yang memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat untuk melakukan pengukuran arah kiblat di rumah pribadinya pada Rabu (15/7). Kegiatan tersebut dilaksanakan tepat pada pukul 16.27 WIB, saat Matahari berada pada posisi yang memungkinkan penentuan arah kiblat dilakukan secara sederhana namun memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Dengan memanfaatkan sebuah benda yang dipasang tegak lurus di halaman rumah, Oli Sholihat mengamati arah bayangan yang terbentuk tepat pada waktu Rashdul Kiblat. Dari hasil pengamatan tersebut, arah kiblat dapat dipastikan kembali sesuai dengan kaidah ilmu falak tanpa memerlukan peralatan yang rumit maupun teknologi khusus.
Sebagai seorang Penyuluh Agama Islam, Oli Sholihat menilai bahwa pemahaman terhadap metode penentuan arah kiblat merupakan salah satu kompetensi yang perlu dimiliki agar mampu memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat. Fenomena Rashdul Kiblat menjadi media pembelajaran yang mudah dipraktikkan dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja untuk memastikan kembali arah kiblat di rumah, musala, maupun masjid.
"Fenomena Rashdul Kiblat merupakan anugerah yang dapat dimanfaatkan untuk mengecek kembali ketepatan arah kiblat. Metode ini sederhana, mudah dilakukan, dan hasilnya sangat akurat apabila dilakukan tepat pada waktunya," ungkapnya.
Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan bahwa seorang penyuluh tidak hanya menyampaikan materi keagamaan melalui ceramah, tetapi juga memberikan contoh nyata dalam penerapan ilmu yang dimiliki. Keteladanan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memastikan arah kiblat sebagai salah satu unsur penting dalam pelaksanaan ibadah salat.
Melalui praktik langsung di lingkungan rumah, Oli Sholihat menunjukkan bahwa edukasi keagamaan dapat dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat. Langkah sederhana tersebut menjadi inspirasi bahwa ilmu falak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang praktis, mudah dipahami, dan tetap berlandaskan pada perhitungan ilmiah.
KUA Kecamatan Curup terus mendorong seluruh jajaran, khususnya para penyuluh agama, untuk meningkatkan kompetensi dan menjadi teladan di tengah masyarakat. Dengan demikian, pelayanan dan pembinaan keagamaan tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi juga diwujudkan dalam praktik nyata yang memberikan manfaat bagi umat.
(Lidya /Edwinsya)Hastag : #Kuahebat#Kuakeren#KuaCurup
From : KUA Curup



