Cuaca Cerah Jadi Penentu! KUA Curup Berhasil Laksanakan Rashdul Kiblat dengan Akurasi Tinggi pada Hari Kedua Fenomena Matahari di Atas Ka'bah
Rejang Lebong (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup kembali melaksanakan kegiatan Rashdul Kiblat di halaman kantor sebagai upaya memastikan keakuratan arah kiblat bagi masyarakat dan rumah ibadah. Kegiatan ini memanfaatkan fenomena astronomi saat matahari berada tepat di atas Ka'bah, sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah berlawanan dengan arah kiblat secara presisi. (17/7)
Pelaksanaan Rashdul Kiblat dilakukan selama dua hari menyesuaikan jadwal fenomena matahari melintas di atas Ka'bah. Pada hari pertama, pelaksanaan belum membuahkan hasil maksimal karena kondisi cuaca yang mendung sehingga sinar matahari tidak tampak. Akibatnya, bayangan benda tegak lurus yang menjadi acuan pengukuran arah kiblat tidak dapat diamati.
Alhamdulillah, pada hari kedua, Kamis, 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, cuaca di Kabupaten Rejang Lebong berubah cerah. Sinar matahari yang bersinar terang memungkinkan proses pengamatan dilakukan dengan baik. Kepala KUA Kecamatan Curup, Suryono, S.Ag., M.Pd, bersama JFU KUA Curup, Yoni Safari, S.Pd.I, berhasil memperoleh bayangan benda tegak lurus yang menjadi pedoman dalam menentukan arah kiblat secara akurat.
Dengan menggunakan metode Rashdul Kiblat, sebuah benda dipasang dalam posisi benar-benar tegak lurus terhadap permukaan tanah. Ketika matahari berada tepat di atas Ka'bah, bayangan yang terbentuk menjadi acuan ilmiah untuk menentukan arah kiblat. Metode ini dikenal sederhana, mudah diterapkan, dan memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi karena didasarkan pada perhitungan astronomi.
Kepala KUA Curup menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen KUA dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memastikan arah kiblat yang benar. Momentum Rashdul Kiblat yang hanya terjadi dua kali dalam setahun menjadi kesempatan berharga untuk melakukan pengecekan ulang arah kiblat masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya tanpa memerlukan peralatan yang rumit.
Selain sebagai praktik pengukuran, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi pegawai KUA mengenai penerapan ilmu falak dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan pengamatan pada hari kedua menunjukkan bahwa faktor cuaca sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan Rashdul Kiblat, karena sinar matahari harus terlihat jelas agar bayangan dapat diamati secara tepat.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Curup berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memastikan arah kiblat secara ilmiah dan memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat sebagai sarana verifikasi arah salat. Komitmen KUA dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang akurat dan berbasis ilmu pengetahuan diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah umat sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan keagamaan yang diberikan.
(Lidya /Edwinsya)Hastag : #Kuahebat#Kuakeren#KuaCurup
From : KUA Curup

.jpeg)

