Pasca Laporan Progres, Agen Perubahan MIN 1 Rejang Lebong Siap Wujudkan Program SiPILAH Menuju 100 Persen
Rejang Lebong (Humas) – Pasca penyampaian laporan progres pelaksanaan program Agen Perubahan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Agen Perubahan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong terus memperkuat langkah nyata dalam merealisasikan Program SiPILAH (Sampah Terpilah Madrasah Berkah). Program tersebut ditargetkan dapat terlaksana secara optimal hingga mencapai 100 persen sebagai bentuk komitmen madrasah dalam mendukung budaya peduli lingkungan sekaligus implementasi program Ekoteologi Kementerian Agama.
Agen Perubahan MIN 1 Rejang Lebong, Randi Sefto Fanedi, S.Pd, saat diwawancarai pada Selasa (21/07), menjelaskan bahwa setelah menyampaikan laporan progres semester I secara langsung kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman Umar, S.Ag., M.Pd.I, pada Senin 13 Juli 2026, pihaknya langsung menyusun langkah lanjutan agar program SiPILAH dapat direalisasikan secara menyeluruh.
"Alhamdulillah, setelah laporan progres disampaikan, kami semakin termotivasi untuk mempercepat realisasi Program SiPILAH. Fokus kami saat ini adalah membangun Bank Sampah Perintis di lingkungan madrasah sebagai pusat pengelolaan sampah terpilah. Harapannya, seluruh warga madrasah dapat berpartisipasi aktif sehingga target pelaksanaan program dapat tercapai 100 persen," ujar Randi.
Ia menambahkan bahwa sampah yang berhasil dipilah nantinya tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga akan diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Melalui pengelolaan yang baik, sampah plastik, organik, maupun nonorganik diharapkan mampu menghasilkan berbagai produk kreatif yang bermanfaat sekaligus memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut Randi, keberhasilan Program SiPILAH tidak hanya diukur dari banyaknya sampah yang terkumpul, tetapi juga dari perubahan perilaku seluruh warga madrasah dalam membiasakan budaya memilah sampah sejak dari sumbernya. Program ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap kebersihan, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta memiliki jiwa kreatif dalam memanfaatkan limbah menjadi barang yang bernilai.
Sementara itu, Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas semangat dan komitmen Agen Perubahan dalam menjalankan inovasi di lingkungan madrasah. Ia menegaskan bahwa pihak madrasah memberikan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan pelaksanaan Program SiPILAH sebagai salah satu upaya menciptakan madrasah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
"Kami mendukung penuh program yang digagas Agen Perubahan ini. SiPILAH bukan hanya tentang pengelolaan sampah, tetapi juga merupakan sarana membangun karakter peduli lingkungan bagi seluruh warga madrasah. Saya mengajak guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua untuk bersama-sama menyukseskan program ini sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semua," tutur Mufidatul Chairi.
Dengan sinergi seluruh warga madrasah dan dukungan dari berbagai pihak, MIN 1 Rejang Lebong optimistis Program SiPILAH dapat direalisasikan secara maksimal. Kehadiran Bank Sampah Perintis diharapkan menjadi langkah awal menuju madrasah yang lebih hijau, bersih, produktif, serta mampu menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah bagi madrasah lainnya di Kabupaten Rejang Lebong.
(Habsa/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1

.jpeg)

