MTs Muhammadiyah Curup Tanamkan Kepedulian Sosial melalui Pembelajaran Merawat Orang Sakit
Rejang Lebong (Humas) – Penanaman nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial terus diperkuat di lingkungan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Curup. Pagi ini, suasana pembelajaran Kemuhammadiyahan (KMH) di kelas VIII berlangsung khidmat dan penuh perhatian saat para siswa mendalami materi tentang tata cara merawat orang sakit sesuai tuntunan Islam dan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan. Kegiatan pembelajaran yang berlangsung pada Rabu (22/7) ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membentuk karakter santri yang berempati dan berakhlak mulia.
Pembelajaran yang dipandu oleh guru mata pelajaran KMH ini bertujuan untuk membekali para santri dengan pemahaman praktis serta kepekaan sosial, agar mereka mampu memberikan perhatian dan penanganan awal secara bijak ketika ada keluarga, teman, atau tetangga yang sedang tertimpa musibah sakit. Melalui materi ini, para siswa diajak untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam proses pembelajaran, para siswa tidak hanya diajarkan mengenai adab-adab menjenguk dan mendoakan orang sakit, tetapi juga diberikan penjelasan komprehensif mengenai berbagai aspek penting, antara lain: Tata cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar pasien, Pendampingan ibadah bagi orang sakit, termasuk tata cara bersuci (tayammum) dan pelaksanaan salat dalam kondisi sakit, Pemberian dorongan moral dan motivasi agar pasien tetap sabar, optimis, dan tidak putus asa, serta Pentingnya menjaga perasaan dan kondisi psikologis pasien serta keluarganya.
Guru mata pelajaran KMH kelas VIII menjelaskan bahwa pembelajaran ini merupakan bagian integral dari penguatan karakter siswa Muhammadiyah yang menjunjung tinggi semangat tolong-menolong (ta'awun). Menurutnya, materi merawat orang sakit menjadi sangat krusial untuk melatih kepekaan rasa empati anak-anak sejak dini, karena kepedulian terhadap sesama merupakan cerminan iman yang sesungguhnya.
"Materi merawat orang sakit dalam pelajaran KMH ini sangat krusial untuk melatih kepekaan rasa empati anak-anak sejak dini. Kami ingin para siswa paham bahwa menjenguk dan merawat orang sakit bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan ibadah yang bernilai pahala besar. Anak-anak diajarkan bagaimana bersikap santun, menjaga kondisi psikologis si sakit, serta membantu mendoakan kesembuhan sesuai ajaran Rasulullah SAW," paparnya di sela-sela kegiatan belajar mengajar.
Ia menambahkan bahwa dalam Islam, menjenguk orang sakit memiliki keutamaan yang besar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa siapa pun yang menjenguk orang sakit akan senantiasa berada dalam rahmat Allah hingga ia kembali. Nilai-nilai inilah yang terus ditanamkan kepada para santri agar tumbuh kesadaran akan pentingnya solidaritas sosial.
Para siswa kelas VIII tampak menyimak materi dengan seksama dan penuh antusias. Beberapa siswa juga aktif mengajukan pertanyaan seputar tata cara bersuci (tayammum) dan pelaksanaan salat bagi orang yang sedang sakit di atas tempat tidur, yang menunjukkan tingginya minat dan keingintahuan mereka terhadap materi yang disampaikan. Guru pun memberikan respons yang jelas dan mendalam, dilengkapi dengan contoh-contoh praktis yang mudah dipahami.
Kegiatan pembelajaran KMH ini berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan. Suasana kelas terasa hangat dan interaktif, mencerminkan keberhasilan guru dalam menyampaikan materi yang sarat akan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui pemahaman materi merawat orang sakit ini, MTs Muhammadiyah Curup berkomitmen untuk melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang santun, peduli, dan siap menebar manfaat bagi sesama di tengah masyarakat.
(RAGA/Edwinsya)Hastag : #MTsmuhammadiyahcurup
From : MTs Muhammadiyah

.jpeg)

