Gedung Direhab dan Arah Kiblat Bergeser, Pengurus Musala Nurul Huda Belitar Muka Konsultasi ke KUA
Rejang Lebong (Humas) – Menyikapi perubahan struktur bangunan pasca proses rehabilitasi dan pembangunan kembali, pengurus Musala Nurul Huda yang berlokasi di Dusun 2, Desa Belitar Muka, melakukan konsultasi resmi mengenai penentuan ulang arah kiblat ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang Kelingi pada Senin (20/7).
Langkah proaktif tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab pengurus dalam menjamin keabsahan dan kekhusyukan ibadah salat bagi seluruh jemaah. Perubahan posisi dan tata letak bangunan musala yang baru berpotensi menggeser orientasi arah kiblat sebelumnya, sehingga diperlukan pengukuran ulang guna menghilangkan keraguan di kalangan jamaah.
Konsultasi dipimpin langsung oleh perwakilan pengurus, yakni Abdul Rahman dan Slamet. Mereka menyampaikan bahwa rehabilitasi total yang dilakukan mengubah titik acuan bangunan, sehingga kalibrasi arah kiblat menjadi prioritas utama sebelum musala kembali difungsikan secara penuh untuk kegiatan ibadah harian.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap sudut saf salat benar-benar mengarah ke Kakbah. Ini adalah amanah besar bagi kami selaku pengurus, dan kami tidak mau mengambil risiko terkait kesalahan arah kiblat," ujar Abdul Rahman dalam sesi diskusi teknis.
Kedatangan kedua pengurus tersebut disambut dan diterima langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Sindang Kelingi, Bastul Biri, S.Sos.I. Dalam tanggapannya, beliau memberikan apresiasi tinggi atas kesadaran dan inisiatif pengurus yang tidak mendiamkan potensi pergeseran arah kiblat, melainkan segera berkoordinasi dengan institusi resmi.
"Kami sangat mengapresiasi langkah cepat pengurus Musala Nurul Huda. Ini adalah contoh ideal bagaimana pengelola rumah ibadah seharusnya bertindak. KUA siap memfasilitasi dan mendampingi proses pengukuran ulang arah kiblat secara profesional agar sesuai dengan kaidah ilmu falak dan syariat Islam," jelas Bastul Biri.
KUA Kecamatan Sindang Kelingi menegaskan kesiapannya untuk menerjunkan petugas teknis guna melakukan kalibrasi di lokasi. Proses pengukuran akan menggunakan metode hisab hakiki dengan perangkat teodolit dan perhitungan koordinat geografis berbasis data mutakhir, sehingga diharapkan menghasilkan tingkat presisi yang maksimal.
Dengan adanya koordinasi sinergis antara pengurus musala dan KUA, diharapkan proses kalibrasi arah kiblat dapat segera dijadwalkan dan terealisasi dalam waktu dekat. Hal ini bertujuan agar jemaah Musala Nurul Huda dapat segera menikmati fasilitas ibadah yang baru tanpa dihantui keraguan, sehingga salat berjamaah dapat berlangsung lebih khusyuk, tertib, dan penuh ketenangan batin.
(septi/Edwinsya)Hastag : kua sindang kelingi
From : KUA S. Kelingi

.jpeg)

