Cerdas...! MAN Rejang Lebong Sediakan Loker HP untuk Siswa
Rejang Lebong (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rejang Lebong mengambil langkah inovatif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dengan memfasilitasi loker penyimpanan telepon genggam (HP) di setiap kelas. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membatasi penggunaan HP oleh siswa selama jam pembelajaran, tanpa menghilangkan kesempatan pemanfaatan teknologi untuk kepentingan edukasi. (22/7)
Kepala MAN Rejang Lebong, Yusrijal, mengungkapkan bahwa penyediaan loker HP menjadi solusi strategis atas tantangan yang dihadapi sekolah selama ini. Menurutnya, penggunaan HP oleh siswa di luar keperluan akademik kerap mengganggu konsentrasi dan mengurangi efektivitas proses belajar mengajar. Namun demikian, sekolah tetap membuka ruang bagi pemanfaatan teknologi informasi sebagai penunjang pembelajaran.
"Tujuannya adalah untuk membatasi siswa dalam menggunakan HP di saat jam pembelajaran, namun dengan tidak membatasi pembelajaran teknologi yang menggunakan HP. Jadi solusi yang kami tawarkan adalah loker penyimpanan HP. Jika nanti ada pembelajaran yang membutuhkan informasi dari HP, maka guru yang mengajar dapat membuka loker dan mengawasi jalannya pembelajaran. Setelah selesai, guru mengawasi siswa menyimpan HP di kotak HP kembali dan menguncinya," jelas Yusrijal.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini didorong oleh keprihatinan terhadap kecenderungan negatif akibat kecanduan gawai, seperti menurunnya fokus belajar, penyalahgunaan media sosial, hingga akses terhadap konten yang tidak mendidik. Melalui loker HP, sekolah berharap dapat mengembalikan esensi pembelajaran yang interaktif, mendalam, dan bebas dari distraksi digital.
Senada dengan kepala madrasah, Marlina, selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan yang bertanggung jawab langsung sekaligus pencetus ide pengadaan kotak HP, menuturkan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menjaga siswa dari dampak negatif kecanduan HP. Menurutnya, MAN Rejang Lebong telah lama menetapkan aturan larangan bermain HP di lingkungan sekolah, namun realisasi di lapangan masih menghadapi tantangan.
"Di MAN RL sudah lama kami tetapkan aturan untuk tidak bermain HP di sekolah, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan tidak bermain HP di sekolah, maka pembelajaran menjadi kondusif dan siswa dapat fokus belajar. Namun selama ini, meskipun sudah ada larangan, masih banyak siswa yang bermain sembunyi-sembunyi dan menggunakan HP selama proses pembelajaran. Alhasil, pembelajaran kurang kondusif dan banyak sekali pengaruh negatifnya. Maka dari itu, MAN mengadakan loker HP," ungkap Marlina.
Marlina menjelaskan secara teknis mekanisme penerapan loker HP di MAN Rejang Lebong. Sistem yang diterapkan melibatkan peran aktif guru dalam pengawasan penggunaan dan penyimpanan HP. Pada jam pelajaran pertama, guru akan melakukan absensi siswa sekaligus menginstruksikan siswa untuk menitipkan HP ke dalam loker yang telah disediakan. Setelah itu, kunci loker dikumpulkan di ruang waka kesiswaan untuk menjaga keamanan dan ketertiban administrasi. Pada jam pelajaran terakhir, guru bertugas membuka kunci loker kembali dan memastikan seluruh HP dikembalikan kepada pemiliknya.
"Alhamdulillah, pemanfaatan loker HP ini berjalan dengan lancar dan kondusif. Para siswa sudah mulai terbiasa dan memahami tujuan baik dari kebijakan ini. Kami juga melihat peningkatan konsentrasi belajar dan interaksi antar siswa di dalam kelas," tambah Marlina.
Kebijakan loker HP ini juga disambut positif oleh para orang tua siswa dan komite madrasah. Mereka menilai langkah ini sebagai bentuk perlindungan dan pendidikan karakter yang perlu terus didukung. Selain itu, sekolah juga terus melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada siswa agar kesadaran akan pentingnya mengelola penggunaan teknologi secara bijak dapat tertanam sejak dini.
Dengan adanya inovasi ini, MAN Rejang Lebong berharap dapat menjadi contoh bagi madrasah dan sekolah lain dalam menciptakan lingkungan belajar yang produktif dan bebas dari gangguan gawai. Ke depan, madrasah juga berencana mengembangkan program literasi digital yang seimbang, sehingga siswa tidak hanya dibatasi penggunaannya, tetapi juga dibekali dengan pemahaman etika dan pemanfaatan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.
(julita/Edwinsya)Hastag : Manrejanglebong
From : MAN Rejang Lebong

.jpeg)

