Workshop Kurikulum Berbasis Cinta Resmi Dibuka, Kakan Kemenag Ajak Guru Wujudkan Pendidikan Ramah dan Inklusif
Rejang Lebong (HUMAS) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman Umar, S.Ag., M.Pd.I., secara resmi membuka Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tingkat Provinsi Bengkulu di Kabupaten Rejang Lebong, yang digelar di Aula MAN Rejang Lebong, Rabu (22/7).
Workshop yang berlangsung selama dua hari, mulai 22 hingga 23 Juli 2026 tersebut mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan yang Bermutu, Ramah, Inklusif, Generasi Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global.” Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Kementerian Agama dalam memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah dan Raudhatul Athfal (RA) sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu yang diwakili oleh Dr. H. Sapruni, M.Pd ketua Tim Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Bengkulu, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong Adrihadi, S.Ag., M.H., Kepala MAN Rejang Lebong, Ketua PGRI Cabang Khusus Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, para pengawas madrasah, serta sekitar 120 peserta yang terdiri atas kepala madrasah, kepala RA negeri dan swasta, serta para guru.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Rahman Umar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berharap seluruh rangkaian workshop dapat diikuti secara optimal sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di madrasah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah hadir pada kegiatan ini. Saya berharap workshop yang dilaksanakan selama dua hari, mulai 22 hingga 23 Juli ini, dapat diikuti dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan di madrasah maupun RA masing-masing,” ujar Rahman.
Lebih lanjut, Rahman menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukanlah kurikulum baru yang menggantikan kurikulum yang telah berlaku, melainkan sebuah pendekatan pendidikan yang menguatkan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran.
“Kurikulum Berbasis Cinta ini bukan untuk menggantikan kurikulum sebelumnya, melainkan mengembalikan dimensi kemanusiaan dan kasih sayang dalam dunia pendidikan. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, empati, kepedulian, dan akhlak mulia peserta didik,” tegasnya.
Menurutnya, penerapan nilai-nilai cinta, toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, dan sikap saling menghormati merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah, dan inklusif. Dengan demikian, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu bersaing di tingkat global.
Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta ini diselenggarakan sebagai wadah peningkatan kapasitas kepala madrasah, kepala RA, dan para guru dalam memahami konsep, filosofi, serta strategi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di satuan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman yang lebih mendalam mengenai filosofi kasih sayang dalam pendidikan, penyelarasan praktik pembelajaran dengan nilai-nilai kemanusiaan, serta peningkatan kompetensi dalam menyusun modul ajar yang berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Selain penyampaian materi oleh para narasumber, workshop juga menjadi ruang diskusi dan berbagi praktik baik antarpendidik dalam menerapkan pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan berpusat pada peserta didik.
Diharapkan, hasil dari workshop ini mampu memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di seluruh madrasah dan RA di Kabupaten Rejang Lebong, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang berkualitas, ramah, inklusif, serta mampu melahirkan generasi unggul yang berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global.
(Prada/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #kemenagrl #rejanglebong
From : Kemenag

.jpeg)

