Demi Kelancaran Pembelajaran di madrasah, Mis Guppi 13 Tasik Malaya utus dewan guru mengikuti workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
Rejang Lebong (Humas) – Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik, seluruh dewan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) GUPPI No. 13 Tasik Malaya mengikuti kegiatan Pelatihan KBC (Kurikulum, Bimbingan, dan Karakter) yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu. Kegiatan pelatihan yang berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Curup, Kabupaten Rejang Lebong ini diikuti dengan penuh antusiasme oleh para peserta dari berbagai madrasah di wilayah setempat. (22/7)
Pelatihan KBC yang digelar secara terpusat tersebut dirancang sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas guru dalam tiga aspek utama, yaitu penguasaan kurikulum, administrasi pembelajaran, serta penguatan karakter peserta didik di lingkungan madrasah. Dengan pendekatan yang komprehensif, pelatihan ini diharapkan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis dan kompleks.
Kepala MI GUPPI No. 13 Tasik Malaya, Mustakim, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keikutsertaan para guru dalam pelatihan ini. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen nyata madrasah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik, sekaligus menjaga relevansi dengan perkembangan kurikulum dan metode pembelajaran terkini.
"Alhamdulillah, guru-guru kami diberi kesempatan berharga untuk mengikuti pelatihan KBC ini. Kami percaya bahwa peningkatan kompetensi guru adalah kunci utama dalam menciptakan generasi yang unggul. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat selama pelatihan dapat segera diterapkan di madrasah dan membawa dampak positif yang signifikan bagi proses belajar mengajar serta pembentukan karakter peserta didik," ungkap Mustakim dengan penuh harapan.
Selama pelatihan berlangsung, para guru MI GUPPI No. 13 Tasik Malaya tampak serius dan antusias mengikuti setiap sesi yang disajikan oleh para narasumber dan fasilitator berpengalaman dari Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu. Materi yang disampaikan mencakup strategi pembelajaran inovatif, penyusunan administrasi yang tertib dan transparan, serta penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas madrasah.
Salah seorang peserta pelatihan, Rina Susanti, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. "Pelatihan ini sangat membuka wawasan kami tentang bagaimana mengelola kelas yang lebih interaktif dan menyenangkan. Saya juga mendapatkan ilmu tentang pentingnya membangun karakter siswa sejak dini. Semoga ke depan ada pelatihan lanjutan seperti ini," ujarnya.
Dengan terselenggaranya pelatihan KBC ini, diharapkan MI GUPPI No. 13 Tasik Malaya semakin maju dan mampu mencetak generasi penerus yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Sinergi antara madrasah, kantor wilayah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus berjalan dengan baik dalam rangka mewujudkan visi pendidikan nasional yang berkualitas dan berdaya saing.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu melalui kegiatan pelatihan ini juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sumber daya manusia di lingkungan madrasah. Pelatihan serupa akan terus digalakkan secara berkesinambungan guna memastikan bahwa setiap guru memiliki kompetensi yang mumpuni dan siap menghadapi perubahan zaman.
(Rizkite/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong#kanwilbkl#misguppi13tasikmalaya
From : MIS Guppi 13

.jpeg)

