Wujudkan Pendidikan Bermutu dan Inklusif, Delegasi MTsN 2 Rejang Lebong Ikuti Workshop Kurikulum Berbasis Cinta
Rejang Lebong (Humas) – Dalam upaya memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah, Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., serta tiga orang guru MTsN 2 Rejang Lebong yaitu Ropal Astiawan, S.H., Gr., Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr., dan Ibu Ade Sonnie Aglesia, S.Pd., M.Pd., mengikuti pembukaan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Rabu (22/7) di Aula MAN Rejang Lebong.
Workshop yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama tersebut mengusung tema "Mewujudkan Pendidikan yang Bermutu, Ramah, Inklusif, Generasi Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global." Kegiatan ini menjadi wadah bagi kepala madrasah dan guru untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan nilai kasih sayang, penghormatan terhadap keberagaman, serta penguatan karakter peserta didik.
Pada sesi pembukaan, peserta mendapatkan penguatan mengenai arah kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta, strategi implementasi di satuan pendidikan, serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan berorientasi pada tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh. Kurikulum ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam workshop ini merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan kebijakan Kementerian Agama.
"Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai kemanusiaan, serta terciptanya lingkungan belajar yang ramah dan inklusif. Melalui workshop ini, kami berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan di MTsN 2 Rejang Lebong sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, berpusat pada peserta didik, dan melahirkan generasi yang unggul serta berdaya saing global," ujar Wawan.
Beliau menambahkan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sejalan dengan visi MTsN 2 Rejang Lebong dalam membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, moderat, berkarakter, peduli terhadap sesama, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melalui partisipasi aktif dalam workshop ini, MTsN 2 Rejang Lebong semakin meneguhkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sinergi antara kepala madrasah, guru, dan seluruh warga madrasah diharapkan mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang humanis, inklusif, dan menghasilkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan global.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2

.jpeg)

