Dari 5S hingga Zero Plastic, MTsN 2 Rejang Lebong Paparkan Praktik Baik Implementasi KBC
Rejang Lebong (Humas) – MTsN 2 Rejang Lebong kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan membagikan berbagai praktik baik yang telah diterapkan di lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (22/7) di Laboratorium IPA MAN Rejang Lebong dalam rangkaian Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, yang diikuti oleh kepala madrasah dan guru delegasi MTs se-Kabupaten Rejang Lebong.
Pada sesi berbagi praktik baik, Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik MTsN 2 Rejang Lebong, Apriliandi, M.Pd., Gr., memaparkan berbagai program yang telah diimplementasikan sebagai wujud nyata penerapan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.
Beberapa praktik baik yang disampaikan antara lain Gerakan Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) sebagai upaya membangun budaya saling menghargai, Gerakan Zero Plastic untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta Program Jumat yang dikemas melalui kegiatan Jumat Bersih, Jumat Sehat, Jumat Barokah, dan Jumat Pembinaan sebagai pembiasaan positif bagi seluruh warga madrasah.
Selain itu, Apriliandi juga memaparkan implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) yang mulai diterapkan di MTsN 2 Rejang Lebong. Dalam praktik tersebut, guru menyusun perangkat pembelajaran yang menyesuaikan karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan belajar peserta didik, termasuk menyediakan perangkat pembelajaran yang terdiferensiasi bagi peserta didik berkebutuhan khusus (inklusi) agar setiap siswa memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kompetensinya.
Pemaparan tersebut mendapat perhatian dan respons positif dari peserta workshop karena dinilai memberikan contoh konkret implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang dapat diterapkan di madrasah masing-masing.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada madrasah untuk berbagi pengalaman dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta.
"Berbagi praktik baik merupakan bagian dari semangat kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak berhenti pada konsep, tetapi harus diwujudkan dalam budaya madrasah, pembiasaan positif, kepedulian terhadap lingkungan, serta pembelajaran yang menghargai keberagaman kemampuan setiap peserta didik. Kami berharap pengalaman MTsN 2 Rejang Lebong dapat menjadi inspirasi dan sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan," ujar Wawan.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan implementasi KBC sangat ditentukan oleh komitmen seluruh warga madrasah. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan yang menghadirkan pembelajaran yang humanis, inklusif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.
Melalui forum berbagi praktik baik ini, MTsN 2 Rejang Lebong menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu, ramah, dan inklusif. Penguatan budaya 5S, gerakan peduli lingkungan, pembiasaan karakter, serta pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan setiap peserta didik diharapkan menjadi kontribusi nyata madrasah dalam mewujudkan generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2

.jpeg)

