MTsN 2 Rejang Lebong Terapkan Pembelajaran Mendalam, Siswa Aktif Berpikir Kritis dan Berkomunikasi
Rejang Lebong (Humas) – Suasana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan tampak di Kelas IX C MTsN 2 Filial Rejang Lebong pada Rabu (22/7). Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, M. Ali Saputra, S.Pd., menerapkan pendekatan berpusat pada peserta didik (student centered learning) pada materi menganalisis ide pokok paragraf.
Sejak awal pembelajaran, peserta didik diberikan sebuah misi belajar untuk menemukan dan menganalisis ide pokok dari beberapa paragraf yang disediakan. Melalui aktivitas tersebut, siswa didorong untuk membaca secara cermat, berdiskusi, mengemukakan pendapat, dan menyusun hasil analisis secara mandiri.
Suasana kelas berlangsung hidup dan interaktif. Para peserta didik tampak antusias menyelesaikan tantangan yang diberikan. Setelah berhasil menyusun hasil analisis, mereka secara bergantian mempresentasikan temuannya di depan kelas. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan penguatan, umpan balik, serta memancing peserta didik untuk berpikir lebih kritis melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan literasi membaca, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, berpikir kritis, dan kemampuan menyampaikan gagasan secara runtut di hadapan teman-temannya.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., melalui Waka Kesiswaan, Bapak Jauhari, S.H.I., Gr., menyampaikan bahwa pembelajaran yang berpusat pada peserta didik merupakan salah satu arah pengembangan pendidikan di madrasah, sejalan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan pembelajaran mendalam (deep learning).
"Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang memberikan ruang kepada peserta didik untuk berpikir, mencoba, berdiskusi, dan menyampaikan ide-idenya. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, melainkan menjadi fasilitator yang membimbing peserta didik menemukan pengetahuan melalui pengalaman belajar yang bermakna. Dengan cara ini, kemampuan literasi dan komunikasi peserta didik akan berkembang secara seimbang," ungkap Jauhari.
Beliau menambahkan bahwa penguatan literasi tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, menganalisis, menyampaikan pendapat, serta membangun komunikasi yang santun dan efektif.
Melalui pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik, MTsN 2 Rejang Lebong terus berupaya menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan sekaligus menantang. Madrasah berharap setiap peserta didik tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki keterampilan berpikir kritis, literasi yang kuat, kemampuan berkomunikasi yang baik, serta karakter percaya diri sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2

.jpeg)

