Kepala Madrasah dan Dewan Guru MA Baitul Makmur Ikuti Workshop KBC, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Cinta dan Karakter
Rejang Lebong (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan, Kepala Madrasah beserta seluruh dewan guru Madrasah Aliyah (MA) Baitul Makmur mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Rabu (22/7). Kegiatan yang diselenggarakan secara terpusat ini menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih humanis, bermakna, dan berlandaskan kasih sayang.
Workshop tersebut dirancang sebagai upaya strategis untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep, strategi, dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam proses pembelajaran di madrasah. Kurikulum ini menekankan pentingnya membangun lingkungan belajar yang berlandaskan nilai-nilai kasih sayang, penghargaan antarsesama, kepedulian sosial, serta pembentukan karakter peserta didik yang unggul dan berakhlak mulia.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi yang mendalam dari narasumber yang kompeten di bidang pengembangan kurikulum dan pendidikan karakter. Sesi diskusi interaktif dan berbagi pengalaman antar peserta menjadi bagian penting dalam workshop, di mana para guru saling bertukar ide dan praktik baik terkait penerapan nilai-nilai KBC dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Suasana workshop terlihat penuh antusiasme dan semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen para pendidik untuk terus belajar dan berinovasi.
Kepala MA Baitul Makmur, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya workshop ini. Beliau menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar pendekatan pembelajaran, melainkan sebuah filosofi yang mengedepankan pendekatan hati dalam mendidik generasi muda.
"Kami sangat bersyukur dapat mengikuti workshop ini. Kurikulum Berbasis Cinta mengingatkan kami bahwa pendidikan bukan hanya tentang mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai kebaikan dan membentuk karakter anak-anak didik dengan pendekatan yang penuh kasih sayang. Kami berharap ilmu yang kami peroleh hari ini dapat segera diaplikasikan di madrasah, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih nyaman, inklusif, dan penuh makna bagi seluruh peserta didik," ujar Kepala MA Baitul Makmur.
Salah seorang guru peserta workshop juga mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan ini. "Saya mendapatkan banyak perspektif baru tentang bagaimana mendekati siswa dengan cara yang lebih humanis. Ternyata dengan pendekatan berbasis cinta, siswa lebih terbuka, lebih percaya diri, dan lebih mudah menyerap pelajaran. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya sebagai pendidik," tuturnya.
Melalui keikutsertaan dalam workshop ini, diharapkan Kepala Madrasah dan seluruh guru MA Baitul Makmur dapat mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal di lingkungan madrasah. Dengan demikian, tercipta budaya madrasah yang harmonis, inklusif, dan mampu mendukung terbentuknya peserta didik yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter kuat, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Kegiatan workshop yang berlangsung penuh khidmat ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan komitmen bersama untuk terus menjaga semangat belajar dan berinovasi demi kemajuan pendidikan di madrasah. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong terus mendukung penuh berbagai program pengembangan kompetensi guru sebagai bagian dari upaya mewujudkan madrasah yang unggul, bermutu, dan berdaya saing.
(Aniska/Edwinsya)Hastag : #mabm#workshop#kbc
From : MAS Baitul Makmur

.jpeg)

