SiPILAH Bergerak, MIN 1 Rejang Lebong Budayakan Pilah Sampah Sejak Dini
Rejang Lebong (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui program SiPILAH (Sampah Terpilah Madrasah Berkah). Program yang diinisiasi sebagai bagian dari gerakan perubahan di lingkungan madrasah ini mulai diwujudkan dengan kesiapan operasional Bank Sampah SiPILAH yang akan menjadi bank sampah perintis di lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut disampaikan oleh Agen Perubahan MIN 1 Rejang Lebong, Randi Sefto Fanedi, S.Pd, saat diwawancarai pada Rabu (22/7).)
Randi menjelaskan bahwa Bank Sampah SiPILAH hadir sebagai upaya menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dini kepada seluruh warga madrasah. Pada tahap awal, bank sampah akan difokuskan untuk menampung sampah botol plastik yang selama ini menjadi salah satu jenis sampah yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
“Program SiPILAH bukan hanya sekadar menyediakan tempat sampah, tetapi menjadi media edukasi bagi peserta didik agar terbiasa memilah sampah sesuai jenisnya. Kami berharap kebiasaan baik ini akan terbawa hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga budaya peduli lingkungan dapat tumbuh sejak usia dini,” ujar Randi.
Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, memberikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, keberadaan Bank Sampah SiPILAH sejalan dengan upaya madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, nyaman, sekaligus mendukung implementasi program Ekoteologi Kementerian Agama RI melalui aksi nyata pelestarian lingkungan.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh program Bank Sampah SiPILAH ini. Semoga menjadi langkah awal yang mampu membangun karakter peduli lingkungan bagi seluruh peserta didik. Madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membiasakan peserta didik untuk bertanggung jawab terhadap kelestarian alam,” ungkap Mufidatul Chairi.
Dukungan juga datang dari Koordinator Bidang Sarana dan Prasarana MIN 1 Rejang Lebong, Jumadi, S.Pd.I, yang menyatakan kesiapan pihaknya dalam memfasilitasi kebutuhan sarana pendukung program tersebut. Ia menegaskan bahwa penyediaan fasilitas yang memadai menjadi salah satu faktor penting agar program dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
“Kami siap mendukung dari sisi sarana dan prasarana, mulai dari penyediaan tempat pengumpulan botol plastik hingga kebutuhan lain yang diperlukan. Harapannya, Bank Sampah SiPILAH dapat berjalan dengan baik dan menjadi contoh bagi madrasah lainnya dalam pengelolaan sampah yang sederhana namun berdampak besar,” tutur Jumadi.
Melalui kehadiran Bank Sampah SiPILAH, MIN 1 Rejang Lebong berharap dapat membangun budaya disiplin dalam memilah sampah, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, serta mengurangi jumlah sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Program ini juga diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh warga madrasah, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang bersih, hijau, sehat, dan penuh keberkahan sesuai semangat "Sampah Terpilah Madrasah Berkah."
(Habsa/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1

.jpeg)

