Agen Perubahan MIN 1 Rejang Lebong Cetak Kartu Bank Sampah SiPILAH, Perkuat Budaya Peduli Lingkungan
Rejang Lebong (Humas) – Komitmen Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong dalam membangun budaya peduli lingkungan terus diwujudkan melalui berbagai inovasi. Salah satu langkah nyata dilakukan oleh Agen Perubahan MIN 1 Rejang Lebong dengan mencetak Kartu Bank Sampah SiPILAH (Sampah Terpilah Madrasah Berkah) sebagai media pencatatan setoran sampah sekaligus sarana meningkatkan partisipasi seluruh warga madrasah dalam mendukung program pengelolaan sampah.
Kegiatan pencetakan kartu tersebut dilakukan pada Kamis (23/7). Kartu Bank Sampah SiPILAH dirancang sebagai buku pencatatan sederhana yang akan digunakan untuk mendokumentasikan setiap setoran sampah dari peserta didik. Melalui kartu ini, proses administrasi Bank Sampah SiPILAH diharapkan menjadi lebih tertib, terukur, dan mudah dipantau oleh wali kelas maupun pengelola program.
Agen Perubahan MIN 1 Rejang Lebong, Randi Sefto Fanedi, S.Pd, menjelaskan bahwa pencetakan kartu merupakan bagian penting dalam mendukung keberlangsungan program Bank Sampah SiPILAH. Menurutnya, pencatatan yang baik akan mempermudah proses evaluasi sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab peserta didik terhadap kebersihan lingkungan.
"Kartu Bank Sampah SiPILAH ini kami cetak untuk mendata jumlah sampah yang disetorkan oleh setiap siswa. Dengan adanya kartu ini, seluruh proses pencatatan menjadi lebih tertib dan transparan. Kami juga ingin mengajak seluruh warga madrasah agar berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program SiPILAH sebagai budaya positif di lingkungan madrasah," ujar Randi.
Sementara itu, Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, memberikan apresiasi atas inovasi yang terus dikembangkan oleh Agen Perubahan dalam mendukung terciptanya madrasah yang peduli lingkungan. Ia menilai program tersebut sejalan dengan implementasi Program Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia yang menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari pengamalan ajaran agama.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif Agen Perubahan yang terus menghadirkan inovasi melalui Program Bank Sampah SiPILAH. Pencetakan kartu ini merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki manfaat besar untuk membangun budaya disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Program ini juga menjadi wujud nyata implementasi Ekoteologi di madrasah," ungkap Mufidatul Chairi.
Lebih lanjut, Mufidatul Chairi menyampaikan bahwa kartu Bank Sampah SiPILAH nantinya akan dibagikan kepada seluruh wali kelas untuk kemudian didistribusikan kepada peserta didik. Dengan demikian, setiap siswa dapat mencatat hasil penyetoran sampah secara berkala sehingga pelaksanaan program menjadi lebih sistematis dan melibatkan seluruh warga madrasah.
Melalui hadirnya Kartu Bank Sampah SiPILAH, MIN 1 Rejang Lebong berharap semangat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan semakin tumbuh di kalangan peserta didik. Program ini tidak hanya berorientasi pada pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter yang menanamkan nilai disiplin, gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari budaya madrasah yang unggul, sehat, dan berkelanjutan.
(Habsa/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1



