Hari Kedua Workshop KBC, Guru MTsN 2 Rejang Lebong Susun Pembelajaran Berbasis Panca Cinta
Rejang Lebong, (Humas) – Komitmen MTsN 2 Rejang Lebong dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) terus diperkuat melalui keikutsertaan pada Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Hari Kedua yang dilaksanakan pada Kamis (23/7) di Laboratorium IPA MAN Rejang Lebong.
Delegasi MTsN 2 Rejang Lebong yang terdiri atas Kepala Madrasah Wawan Herianto, S.Pd., M.M., Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik Apriliandi, M.Pd., Gr., serta guru Ropal Astiawan, S.H., Gr., Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr., dan Ade Sonnie Aglesia, S.Pd., M.Pd., mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias dan semangat.
Workshop yang kembali dipandu oleh Dr. Rupiah, M.Pd. tersebut membahas langkah-langkah strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai Panca Cinta ke dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Peserta diajak merancang program dan budaya madrasah yang berlandaskan nilai cinta kepada Allah Swt., Rasulullah saw., diri sendiri dan sesama, alam, ilmu pengetahuan, serta tanah air.
Selain itu, peserta juga dibimbing menyusun perangkat pembelajaran mulai dari pemetaan Capaian Pembelajaran (CP), penyusunan Tujuan Pembelajaran (TP), hingga penentuan Topik Kurikulum Berbasis Cinta (Topik KBC). Seluruh perangkat tersebut dirancang agar nilai-nilai KBC tidak hanya hadir dalam pembelajaran intrakurikuler, tetapi juga terintegrasi dalam kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, serta budaya dan iklim madrasah.
Suasana workshop berlangsung interaktif. Pada sesi diskusi mengenai mindset cinta kepada diri sendiri dan sesama, Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Bapak Wawan Herianto, S.Pd., M.M., serta Ibu Ade Sonnie Aglesia, S.Pd., M.Pd., tampak aktif menyampaikan pandangan dan pengalaman implementasi di lapangan. Diskusi mengulas berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam menanamkan karakter kepada peserta didik yang memiliki latar belakang dan kondisi psikologis yang beragam, dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, pola asuh orang tua, pergaulan, serta faktor sosial lainnya.
Pertukaran pengalaman tersebut mendapat respons positif dari pemateri maupun peserta workshop karena memberikan gambaran nyata mengenai strategi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sesuai dengan kondisi yang dihadapi di madrasah.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Bapak Wawan Herianto, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak cukup hanya melalui dokumen pembelajaran, tetapi harus diwujudkan dalam budaya madrasah dan keteladanan seluruh pendidik.
"Kurikulum Berbasis Cinta mengajak kita untuk memahami peserta didik secara utuh. Setiap anak datang dengan latar belakang keluarga, pengalaman hidup, dan kondisi psikologis yang berbeda. Karena itu, guru perlu menghadirkan pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik, penuh empati, sekaligus mampu membangun karakter melalui keteladanan. Nilai-nilai Panca Cinta harus menjadi budaya yang hidup, bukan hanya tertulis dalam perangkat pembelajaran," ujar Wawan.
Beliau menambahkan bahwa hasil workshop ini akan segera ditindaklanjuti melalui penyusunan program madrasah, pengembangan perangkat ajar, serta penguatan budaya positif yang selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta. Dengan demikian, implementasi KBC di MTsN 2 Rejang Lebong tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tercermin dalam setiap aktivitas dan interaksi warga madrasah.
Melalui keikutsertaan aktif dalam workshop ini, MTsN 2 Rejang Lebong semakin optimistis mewujudkan pendidikan yang bermutu, ramah, inklusif, berkarakter, dan berdaya saing global, dengan nilai-nilai cinta sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang unggul, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



