Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Guru MIN 1 Rejang Lebong Ikuti Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
Rejang Lebong (Humas) – Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan memperkuat kompetensi tenaga pendidik, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong mengutus enam orang guru untuk mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan pelatihan intensif ini berlangsung selama dua hari, pada 22–23 Juli 2026, bertempat di Aula MAN Rejang Lebong, dan diikuti oleh guru madrasah dari berbagai MI di Kabupaten Rejang Lebong.
Enam guru yang mewakili MIN 1 Rejang Lebong tersebut adalah Irma Nengsih, S.Pd.I selaku wali kelas I, Affrilia Nafa Sundari, M.Pd wali kelas II, Angraini, S.Pd wali kelas III, Anisa Desi Liestya, S.Pd wali kelas IV, Rolly Junizan, S.Pd wali kelas V, serta Hilda Kurniati, S.Pd.SD wali kelas VI yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Kurikulum. Keikutsertaan para guru ini diharapkan mampu memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan MIN 1 Rejang Lebong.
Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman, S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah strategis dalam membangun pendidikan madrasah yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik melalui nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, dan empati.
"Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, guru diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, humanis, dan penuh kepedulian. Pendidikan bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk akhlak serta karakter mulia peserta didik," ujar Dr. H. Rahman saat membuka kegiatan.
Pada sesi pelatihan tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), materi disampaikan oleh Rinduhati, M.Pd, guru dari MIN 2 Kota Bengkulu. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai strategi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di kelas, mulai dari membangun komunikasi yang positif dengan peserta didik, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, hingga mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap proses pembelajaran. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi, berbagi praktik baik, dan melakukan simulasi penerapan KBC dalam kegiatan belajar mengajar.
Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada para guru untuk mengikuti workshop tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bekal yang sangat penting dalam meningkatkan profesionalisme guru sekaligus mendukung penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.
"Kami berharap enam guru yang mengikuti workshop ini dapat menjadi motor penggerak dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 1 Rejang Lebong. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan nantinya akan dibagikan kepada seluruh guru melalui kegiatan tindak lanjut di madrasah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga madrasah," ungkap Mufidatul Chairi.
Melalui keikutsertaan dalam Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta ini, MIN 1 Rejang Lebong menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang berpusat pada peserta didik. Diharapkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta mampu menciptakan budaya belajar yang lebih harmonis, menumbuhkan karakter positif, serta melahirkan generasi madrasah yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing sesuai dengan visi Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkarakter.
(Randi/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1



