Tingkatkan Kualitas Pendidikan, MIS GUPPI 11 Talang Rimbo Ikuti Workshop Kurikulum Berbasis Cinta Tingkat Provinsi
Rejang Lebong (Humas) - Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi penerus yang berkarakter, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) GUPPI 11 Talang Rimbo turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Tingkat Provinsi Bengkulu. (24/7)
Kegiatan edukatif berskala provinsi ini dibuka langsung oleh kepala kementrian agama kabupaten rejang lebong, Dr. H. Rahman, S.Ag., M.Pd.I, dan dihadiri oleh berbagai perwakilan madrasah, yakni sebanyak 120 peserta yang terdiri dari kepala madrasah, kepala RA, dan para guru di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rejang Lebong.
Pada kesempatan yang berharga ini, MIS GUPPI 11 Talang Rimbo mengutus dua tenaga pendidik terbaiknya sebagai perwakilan, yaitu Retno Putri Susanti, S.Pd.I., Gr. dan Sudirman, S.Pd, serta didampingi juga oleh kepala madrasah Tuti Herawati, S.Pd.I untuk menggali wawasan baru terkait pendekatan pendidikan yang lebih humanis dan berpusat pada kasih sayang.
Workshop kali ini dilaksankan pada hari Rabu dan Kamis 22-23 Juli 2026 dengan mengusung tema yang sangat relevan dengan tantangan pendidikan masa kini, yakni "Mewujudkan Pendidikan Yang Bermutu, Ramah, Inklusif, Generasi Unggul, Berkarakter, Dan Berdaya Saing Global."
Sebagai perwakilan, Retno Putri Susanti dan Sudirman diharapkan mampu menyerap ilmu, wawasan, serta metode-metode terbaru dari narasumber kompeten yang hadir.
“Hasil dari workshop ini akan diimplementasikan kepada seluruh guru di lingkungan MIS GUPPI 11 Talang Rimbo. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen sekolah dalam mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan yang ramah anak, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung lahirnya generasi madrasah yang unggul, berakhlakul karimah, dan siap bersaing di kancah global”. Ujar Retno.
Melalui konsep "Kurikulum Berbasis Cinta", para pendidik yang hadir diajak untuk mengedepankan pendekatan kasih sayang, empati, kelembutan, dan inklusivitas dalam proses kegiatan belajar mengajar. Kurikulum ini diharapkan tidak hanya fokus pada kecerdasan akademik siswa, tetapi juga pada pembentukan kecerdasan emosional dan spiritual.
(Fita/Edwinsya)Hastag : #madrasahhebatbermatabat
From : MIS Guppi 11



