Guru MIN 1 Rejang Lebong Tunjukkan Partisipasi Aktif di Hari Kedua Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
Rejang Lebong (Humas) – Memasuki hari kedua pelaksanaan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong kembali menunjukkan komitmen dan partisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan yang berlangsung di MAN Rejang Lebong, Kamis (23/7). Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk memperkuat pemahaman sekaligus berbagi pengalaman dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Salah satu guru MIN 1 Rejang Lebong, Hilda Kurniati, S.Pd.SD, tampil sebagai peserta yang aktif dalam sesi berbagi praktik baik (best practice). Pada kesempatan tersebut, ia memaparkan pengalaman MIN 1 Rejang Lebong dalam menerapkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta melalui proses pembelajaran yang menekankan kasih sayang, penghargaan terhadap peserta didik, serta pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Dalam pemaparannya, Hilda menjelaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 1 Rejang Lebong telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing yang mampu membangun hubungan emosional yang positif dengan siswa sehingga tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
"Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kami berupaya menghadirkan pembelajaran yang lebih humanis. Guru dituntut menjadi teladan dalam menanamkan nilai kasih sayang, kepedulian, dan penghormatan kepada setiap peserta didik. Kami berharap praktik baik yang telah dilaksanakan di MIN 1 Rejang Lebong dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lainnya," ujar Hilda Kurniati, S.Pd.SD.
Partisipasi aktif yang ditunjukkan guru MIN 1 Rejang Lebong mendapat apresiasi dari pemateri workshop hari kedua, Rinduhati, M.Pd. Menurutnya, keterlibatan peserta dalam berbagi pengalaman nyata menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Ia menilai praktik baik yang dipaparkan mampu memberikan gambaran konkret mengenai penerapan konsep KBC di lapangan.
"Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif guru-guru MIN 1 Rejang Lebong. Praktik baik yang disampaikan menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya sebatas konsep, tetapi telah diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat memotivasi madrasah lain untuk terus berinovasi," ungkap Rinduhati, M.Pd.
Sementara itu, Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan bahwa keikutsertaan para guru dalam workshop ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi pendidik sekaligus memperkuat komitmen madrasah sebagai salah satu pilot project Kurikulum Berbasis Cinta di Kabupaten Rejang Lebong. Menurutnya, setiap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama workshop akan ditindaklanjuti dalam pelaksanaan pembelajaran di madrasah.
Melalui keaktifan para guru selama workshop, MIN 1 Rejang Lebong kembali menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai cinta, kasih sayang, serta penghormatan terhadap setiap peserta didik. Diharapkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat semakin memperkuat budaya belajar yang positif dan melahirkan generasi madrasah yang unggul, berakhlak mulia, dan berprestasi.
(Randi/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1



