Perkuat Sekolah Ramah Anak, Guru BK MTsN 2 Rejang Lebong Gelar Konseling Anti Bullying
Rejang Lebong, (Humas) – Sebagai upaya mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 2 Rejang Lebong, Repa Andespa, S.Pd., bekerja sama dengan Wali Kelas IX A, Fitria Sandora, S.Pd., Gr., melaksanakan sesi konseling kelompok bertema anti bullying kepada peserta didik laki-laki kelas IX A pada Jumat (24/7) di Musala MTsN 2 Rejang Lebong.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan mengajak peserta didik berdiskusi mengenai bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital. Dalam sesi tersebut, peserta didik juga diajak memahami dampak perundungan terhadap kondisi psikologis, kepercayaan diri, serta perkembangan belajar korban.
Repa menegaskan bahwa tindakan bullying, meskipun sering dianggap sebagai candaan, dapat meninggalkan luka yang mendalam dan berdampak pada masa depan seseorang. Oleh karena itu, setiap peserta didik diharapkan mampu membangun hubungan pertemanan yang sehat, saling menghormati, menghargai perbedaan, dan berani menghentikan tindakan perundungan apabila menemukannya.
Selain memberikan edukasi, kegiatan konseling juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk menyampaikan pengalaman, pendapat, serta solusi dalam menciptakan suasana kelas yang harmonis dan saling mendukung.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., melalui Waka Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., menyampaikan bahwa pencegahan bullying merupakan tanggung jawab seluruh warga madrasah dan harus dilakukan melalui pembinaan yang berkesinambungan.
"Madrasah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi setiap peserta didik. Kami terus mendorong penguatan pendidikan karakter melalui layanan Bimbingan dan Konseling, kolaborasi dengan wali kelas, serta pembiasaan sikap saling menghargai. Tidak boleh ada ruang bagi bullying di lingkungan madrasah. Sebaliknya, kita harus membangun budaya kasih sayang, empati, dan persaudaraan sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam Kurikulum Berbasis Cinta," ungkap April.
Beliau menambahkan bahwa pembinaan karakter tidak hanya dilakukan melalui proses pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui layanan konseling, pendampingan, dan komunikasi yang baik antara guru, peserta didik, serta orang tua. Dengan sinergi tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi peserta didik dapat diantisipasi sejak dini.
Melalui kegiatan konseling anti bullying ini, MTsN 2 Rejang Lebong berharap seluruh peserta didik semakin memahami pentingnya menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku dalam pergaulan sehari-hari. Madrasah berkomitmen untuk terus menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, ramah anak, dan penuh kepedulian, sehingga setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal, baik dalam prestasi maupun karakter.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


