MA Baitul Makmur Manfaatkan Lahan Kosong dengan Budidaya Pepaya, Wujudkan Madrasah Hijau dan Produktif
Rejang Lebong (Humas) – Madrasah Aliyah (MA) Baitul Makmur memanfaatkan lahan kosong di lingkungan madrasah dengan membudidayakan tanaman pepaya sebagai upaya menciptakan lingkungan yang hijau, produktif, dan bernilai edukatif. Program ini dilaksanakan di area lahan kosong yang berada di sekitar lingkungan MA Baitul Makmur, pada Senin (27/7).
Kegiatan budidaya pepaya ini melibatkan seluruh warga madrasah, mulai dari dewan guru, staf tenaga kependidikan, hingga peserta didik. Keterlibatan aktif seluruh elemen madrasah menjadikan program ini tidak sekadar kegiatan pertanian biasa, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran langsung tentang pertanian sekaligus upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Pemanfaatan lahan kosong ini bertujuan untuk mengoptimalkan aset madrasah agar lebih bermanfaat dan memberikan nilai tambah. Selain menghasilkan tanaman yang produktif, budidaya pepaya juga menjadi media pembelajaran bagi peserta didik dalam mengenal teknik bercocok tanam, merawat tanaman, serta menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian.
Pelaksanaan budidaya dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari pembersihan lahan, pengolahan tanah, penanaman bibit pepaya, hingga perawatan secara rutin yang meliputi penyiraman, pemupukan, dan penyiangan gulma. Tanaman pepaya yang telah tumbuh dengan baik diharapkan dapat memberikan hasil panen yang bermanfaat bagi madrasah, baik untuk dikonsumsi bersama maupun untuk mendukung program-program madrasah lainnya.
Melalui program ini, MA Baitul Makmur berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih asri, sejuk, dan ramah. Selain itu, program ini juga menjadi contoh nyata bahwa lahan kosong yang selama ini tidak termanfaatkan dapat diubah menjadi lahan produktif yang memberikan manfaat bagi pendidikan, lingkungan, dan masyarakat sekitar.
Kepala MA Baitul Makmur menyampaikan bahwa program budidaya pepaya ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mengimplementasikan pendidikan berbasis lingkungan sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan hidup (life skills) yang bermanfaat di masa depan.
"Dengan memanfaatkan lahan kosong untuk budidaya pepaya, kami ingin mengajarkan kepada siswa bahwa madrasah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan akademik, tetapi juga tempat belajar tentang kewirausahaan, kepedulian lingkungan, dan kemandirian. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi madrasah lain," ujarnya.
Program ini juga mendapat dukungan positif dari seluruh warga madrasah yang antusias terlibat dalam setiap tahapan kegiatan. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, MA Baitul Makmur optimis bahwa budidaya pepaya ini akan memberikan hasil yang maksimal dan membawa manfaat besar bagi kemajuan madrasah ke depan.
(Aniska/Edwinsya)Hastag : #mabm#pepaya
From : MAS Baitul Makmur



