Bangun Madrasah Penuh Kasih, MIN 1 Rejang Lebong Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
Rejang Lebong (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong terus memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai bagian dari upaya membangun budaya madrasah yang humanis, inklusif, dan penuh kasih sayang. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, saat menyampaikan amanat pada pelaksanaan upacara bendera rutin hari Senin, (27/7), yang berlangsung di halaman madrasah.
Upacara bendera diikuti oleh seluruh siswa-siswi, dewan guru, serta tenaga kependidikan MIN 1 Rejang Lebong. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Petugas upacara berasal dari kelas VI B di bawah bimbingan wali kelas, Kurniati, S.Pd, yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik sehingga pelaksanaan upacara berjalan lancar.
Dalam amanatnya, Mufidatul Chairi menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep pembelajaran, tetapi harus menjadi budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. Menurutnya, seluruh warga madrasah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, saling menghargai, serta dipenuhi dengan kasih sayang.
“Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan kita untuk mendidik dengan hati. Guru tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam menanamkan nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, dan saling menghormati. Demikian pula siswa harus belajar mencintai sesama, menghargai perbedaan, serta menjaga akhlak yang baik dalam setiap aktivitas,” ujar Mufidatul Chairi.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta didik agar menjadikan madrasah sebagai rumah kedua yang memberikan rasa nyaman bagi semua. Sikap saling membantu, menghormati guru, menyayangi teman, menjaga kebersihan lingkungan, serta membiasakan budaya positif merupakan wujud nyata implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang dapat dimulai dari hal-hal sederhana setiap hari.
"Kita ingin MIN 1 Rejang Lebong menjadi madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga unggul dalam karakter. Ketika cinta menjadi dasar dalam mendidik, maka akan lahir generasi yang berakhlak mulia, berempati, bertanggung jawab, dan siap menjadi penerus bangsa yang membawa kebaikan," tambahnya.
Sementara itu, wali kelas VI B, Kurniati, S.Pd, menyampaikan bahwa keterlibatan peserta didik sebagai petugas upacara merupakan bagian dari proses pembelajaran karakter. Melalui kegiatan tersebut, siswa dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, percaya diri, serta mampu bekerja sama dalam menjalankan tugas yang telah diberikan.
"Menjadi petugas upacara bukan hanya tentang menjalankan prosesi, tetapi juga melatih kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang sedang diterapkan di madrasah," ungkap Kurniati.
Melalui pelaksanaan upacara bendera yang sarat dengan pesan-pesan pembentukan karakter, MIN 1 Rejang Lebong berharap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta semakin mengakar dalam budaya madrasah. Dengan demikian, seluruh warga madrasah dapat bersama-sama mewujudkan lingkungan pendidikan yang religius, harmonis, berkarakter, dan penuh kasih sayang demi mencetak generasi yang cerdas, berintegritas, serta berakhlakul karimah.
(Randi/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1



