Belajar Tanda Baca Sambil Bernyanyi, Siswa Kelas 2 MIS Nurul Kamal Antusias Ikuti Metode Kreatif
Rejang Lebong, (Humas) – Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai ruang kelas 2 MIS Nurul Kamal pada hari Senin (27/7). Bukan karena jam istirahat, melainkan karena kegiatan belajar Bahasa Indonesia yang dikemas dengan cara berbeda dan menyenangkan. Para siswa tampak antusias menghafalkan materi "Mengenal Tanda Baca" melalui metode bernyanyi bersama yang dipandu oleh guru kelas.
Dengan mengusung nada lagu yang sudah sangat familiar di telinga anak-anak, yaitu "Abang Tukang Bakso", guru kelas 2 berhasil menciptakan suasana belajar yang interaktif dan tidak membosankan. Lirik lagu tersebut diubah menjadi lirik edukasi tentang fungsi tanda baca, sehingga anak-anak dengan mudah memahami materi melalui irama yang ceria.
Lirik lagu yang dinyanyikan pun penuh dengan pesan pendidikan, seperti:
"Titik titik buat berhenti... Koma koma buat jeda... Tanda tanya untuk bertanya... Tanda seru hore hore..."
Anak-anak pun bernyanyi dengan suara lantang, bertepuk tangan, dan melakukan gerakan sederhana sesuai dengan lirik yang dinyanyikan. Metode ini terbukti efektif membuat siswa lebih cepat menghafal dan memahami perbedaan fungsi masing-masing tanda baca.
Wali Kelas 2, Umi Putri Rahmadaniar, S.Pd., menyampaikan bahwa metode bernyanyi dipilih sebagai pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang masih berada pada masa bermain dan bernyanyi.
"Anak usia kelas 2 itu dunianya masih bermain dan bernyanyi. Jadi kami manfaatkan itu. Alhamdulillah, dengan lagu ini mereka jadi lebih cepat hafal dan paham fungsi masing-masing tanda baca. Yang tadinya bingung membedakan titik dan koma, sekarang sudah bisa," jelasnya dengan penuh semangat.
Salah satu siswa, ananda Alya, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti pembelajaran dengan metode tersebut.
"Suka Umi, belajarnya sambil nyanyi. Jadi gampang hafalnya. Pulang mau nyanyiin ke mama juga," katanya sambil tersenyum ceria.
Kepala MIS Nurul Kamal memberikan apresiasi yang tinggi atas inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang menyenangkan mampu menumbuhkan rasa cinta anak terhadap ilmu pengetahuan.
"Kami ingin MIS Nurul Kamal menjadi sekolah yang ramah anak. Kalau anak bahagia di kelas, maka proses belajar akan lebih efektif. Semoga ilmu yang didapat anak-anak menjadi ilmu yang bermanfaat dan berkah," ungkapnya.
Kegiatan pembelajaran ini juga merupakan bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan literasi dasar siswa. Dengan memahami tanda baca sejak dini, diharapkan anak-anak lebih terampil dalam membaca, menulis, dan memahami isi bacaan, sehingga kemampuan literasi mereka terus berkembang secara optimal.
Keceriaan yang terpancar dari kelas 2 MIS Nurul Kamal menjadi bukti bahwa belajar tidak harus kaku dan membosankan. Dengan kreativitas guru dan semangat anak-anak, setiap materi pelajaran dapat disampaikan dengan cara yang mengesankan, mudah diingat, dan penuh makna. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pendidik lain dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
(Rahmadaniar /Edwinsya)Hastag : Mis Nurul Kamal
From : MIS Nurul Kamal



