Antusias Pilah Sampah, Guru MIN 1 Rejang Lebong Sukseskan Program SiPILAH
Rejang Lebong (Humas) – Komitmen Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong dalam membangun budaya peduli lingkungan terus diperkuat melalui Program SiPILAH (Sampah Terpilah Madrasah Berkah). Program yang digagas oleh Agen Perubahan MIN 1 Rejang Lebong, Randi Sefto Fanedi, S.Pd, ini mendapat sambutan positif dari seluruh warga madrasah, khususnya para guru yang antusias berpartisipasi dalam kegiatan memilah sampah sebagai langkah awal menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Salah seorang guru MIN 1 Rejang Lebong, Winsi Dahlena, S.Pd.I, saat diwawancarai pada Selasa (28/7) mengungkapkan bahwa Program SiPILAH menjadi gerakan sederhana namun memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah perlu dimulai dari lingkungan madrasah agar menjadi budaya yang tertanam pada seluruh warga sekolah, terutama peserta didik.
"Saya sangat mendukung Program SiPILAH karena mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Melalui kebiasaan memilah sampah, kita tidak hanya menjaga kebersihan madrasah, tetapi juga memberikan teladan kepada peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Semoga program ini terus berjalan secara berkelanjutan," ujar Winsi Dahlena, S.Pd.I.
Dalam pelaksanaannya, warga madrasah melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, di antaranya sampah plastik, kertas, dan kardus. Sampah yang telah dipilah kemudian dikumpulkan di Bank Sampah Madrasah SiPILAH untuk selanjutnya dikelola sehingga memiliki nilai manfaat. Langkah tersebut menjadi bagian dari manajemen pengelolaan sampah yang terencana sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih bersih dan nyaman.
Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, memberikan apresiasi atas semangat dan partisipasi aktif guru maupun tenaga kependidikan dalam menyukseskan Program SiPILAH. Menurutnya, keterlibatan seluruh warga madrasah merupakan modal utama dalam mewujudkan perubahan budaya yang lebih ramah lingkungan.
"Saya mengapresiasi antusiasme para guru dan tenaga kependidikan yang telah mendukung Program SiPILAH. Ini merupakan bentuk nyata komitmen MIN 1 Rejang Lebong dalam mendukung Program Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia. Kami berharap budaya memilah sampah dapat menjadi kebiasaan sehari-hari yang terus diwariskan kepada seluruh peserta didik," tutur Mufidatul Chairi.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Bidang Kurikulum MIN 1 Rejang Lebong, Hilda Kurniati, S.Pd.SD, menilai bahwa Program SiPILAH memiliki keterkaitan erat dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang saat ini diterapkan di madrasah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar memiliki rasa cinta terhadap alam dan lingkungan sekitar.
"Program SiPILAH sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya pada nilai cinta terhadap alam dan lingkungan. Melalui pembiasaan memilah sampah, peserta didik belajar bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Inilah pendidikan karakter yang harus terus kita tumbuhkan di madrasah," jelas Hilda Kurniati.
Melalui kolaborasi seluruh warga madrasah, Program SiPILAH diharapkan mampu menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya menciptakan lingkungan MIN 1 Rejang Lebong yang bersih, asri, dan sehat, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kesadaran ekologis, cinta terhadap alam, serta mendukung terwujudnya Program Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia secara nyata di lingkungan madrasah.
(Randi/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1



