Dukung Supervisi Digital, Guru dan Tenaga Kependidikan MIN 1 Rejang Lebong Optimalkan Pengisian Aplikasi MAGIS
Rejang Lebong (Humas) – Sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital di lingkungan madrasah, guru dan tenaga kependidikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong mengoptimalkan pengisian aplikasi Madrasah Digital Supervision (MAGIS). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara fleksibel, baik dari lingkungan madrasah maupun dari rumah masing-masing sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan. Melalui aplikasi ini, seluruh pendidik didorong untuk aktif berpartisipasi dalam proses supervisi akademik dan manajerial berbasis digital yang dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Salah satu guru MIN 1 Rejang Lebong, Randi Sefto Fanedi, S.Pd, saat diwawancarai pada Selasa (28/7), menjelaskan bahwa pengisian aplikasi MAGIS dilakukan dengan memanfaatkan perangkat digital sehingga dapat dikerjakan secara lebih efektif tanpa terbatas oleh tempat. Menurutnya, sistem ini memberikan kemudahan bagi guru dalam menyampaikan data supervisi secara tepat waktu.
"Pengisian aplikasi MAGIS dilakukan secara fleksibel, baik dari lingkungan madrasah maupun dari rumah masing-masing. Dengan sistem digital ini, kami dapat mengisi seluruh instrumen yang diperlukan secara lebih mudah, cepat, dan terdokumentasi dengan baik. Hal ini tentunya mendukung peningkatan kualitas supervisi di madrasah," ujar Randi.
Dalam pelaksanaannya, guru dan tenaga kependidikan mengisi berbagai instrumen yang tersedia pada aplikasi MAGIS, mulai dari refleksi kondisi dan rencana kerja, laporan kegiatan yang telah dilaksanakan, hingga penguatan mindset Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Seluruh data yang diinput menjadi bagian penting dalam proses supervisi yang bertujuan memotret perkembangan kinerja guru sekaligus menjadi dasar penyusunan tindak lanjut untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
MAGIS merupakan inovasi digital yang menghubungkan Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah, dan Guru dalam satu sistem supervisi terpadu. Kehadiran aplikasi ini menjadi salah satu terobosan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam memperkuat tata kelola supervisi berbasis teknologi, sehingga proses pembinaan dapat berlangsung lebih efektif, terukur, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Selain itu, aplikasi ini juga diharapkan mampu mempercepat pencapaian target peningkatan mutu madrasah yang unggul, adaptif, dan kompetitif di era digital.
Melalui pengisian refleksi secara berkala, para guru didorong untuk melakukan evaluasi terhadap praktik pembelajaran yang telah dilaksanakan, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi di kelas, serta menyusun rencana tindak lanjut yang lebih terarah. Refleksi tersebut juga menjadi media untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam budaya kerja, pelayanan pendidikan, serta interaksi yang humanis antara guru dan peserta didik.
Sementara itu, Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, melalui Koordinator Bidang Kurikulum, Hilda Kurniati, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa pemanfaatan aplikasi MAGIS merupakan langkah strategis dalam membangun budaya refleksi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Menurutnya, digitalisasi supervisi akan memperkuat sinergi antara pengawas, kepala madrasah, dan seluruh tenaga pendidik dalam mewujudkan layanan pendidikan yang semakin profesional.
"MAGIS bukan hanya menjadi media pelaporan digital, tetapi juga sarana refleksi bagi guru dan tenaga kependidikan untuk terus memperbaiki kualitas layanan pendidikan. Melalui aplikasi ini, proses supervisi menjadi lebih efektif, terdokumentasi dengan baik, dan mampu memperkuat kolaborasi antara pengawas, kepala madrasah, serta guru dalam mewujudkan madrasah yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi," ungkap Hilda.
Dengan optimalisasi pengisian aplikasi MAGIS, MIN 1 Rejang Lebong menunjukkan komitmennya dalam mendukung program digitalisasi Kementerian Agama sekaligus membangun budaya kerja yang inovatif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Diharapkan implementasi aplikasi ini mampu mendorong lahirnya praktik pembelajaran yang semakin berkualitas serta memperkuat terwujudnya madrasah yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital.
(Habsa/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1



