MIN 1 Rejang Lebong Budayakan 5S, Sambut Murid dengan Penuh Cinta untuk Awali Pembelajaran
Rejang Lebong (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong terus menanamkan budaya positif melalui penerapan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) sebagai bagian dari implementasi pembiasaan karakter di lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menyambut setiap murid penuh kehangatan setelah pelaksanaan salat Dhuha berjamaah di halaman madrasah, Selasa (28/7), sebelum para siswa memasuki ruang kelas untuk mengikuti proses pembelajaran.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak menyelimuti lingkungan madrasah sejak pagi hari. Kepala madrasah, para guru, serta tenaga kependidikan berdiri di jalur masuk kelas untuk menyambut kedatangan para murid dengan senyum ramah, sapaan hangat, serta salam yang penuh makna. Para siswa pun membalas dengan sopan dan penuh semangat, sehingga tercipta interaksi yang positif sebagai awal yang baik dalam memulai aktivitas belajar.
Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, mengatakan bahwa budaya 5S bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan salah satu upaya madrasah dalam membangun karakter peserta didik melalui pendekatan yang humanis dan penuh kasih sayang. Menurutnya, suasana belajar yang dimulai dengan senyum dan salam akan memberikan energi positif bagi seluruh warga madrasah.
"Kami ingin setiap anak merasa diterima, dihargai, dan dicintai sejak mereka memasuki lingkungan madrasah. Budaya 5S menjadi bagian dari implementasi pendidikan karakter dan Kurikulum Berbasis Cinta yang kami terapkan di MIN 1 Rejang Lebong. Dengan demikian, peserta didik akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, santun, dan memiliki rasa hormat kepada sesama," ujar Mufidatul Chairi.
Sementara itu, Koordinator Bidang Kesiswaan, Kurniati, S.Pd., menjelaskan bahwa pembiasaan budaya 5S terus dilaksanakan secara konsisten sebagai salah satu program pembinaan karakter siswa. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti tersenyum, mengucapkan salam, dan bersikap sopan memiliki dampak besar terhadap terbentuknya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
"Kami berharap budaya 5S menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap peserta didik, tidak hanya saat berada di madrasah, tetapi juga diterapkan di rumah maupun di lingkungan masyarakat. Pendidikan karakter akan berhasil apabila dibiasakan secara terus-menerus dan dicontohkan langsung oleh seluruh guru," ungkap Kurniati.
Penerapan budaya 5S juga mendapat respons positif dari para siswa. Mereka terlihat lebih percaya diri, ceria, dan antusias mengikuti pembelajaran setelah mendapatkan sambutan hangat dari guru-guru. Interaksi yang dibangun sejak pagi dinilai mampu mempererat hubungan emosional antara pendidik dan peserta didik, sehingga proses belajar berlangsung lebih kondusif dan penuh semangat.
Melalui pembiasaan budaya 5S, MIN 1 Rejang Lebong menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak, religius, dan berkarakter. Madrasah berharap nilai-nilai senyum, sapa, salam, sopan, dan santun terus menjadi budaya yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga madrasah sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang cerdas, berprestasi, dan berakhlakul karimah.
(Randi/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1



