MTsN 2 Rejang Lebong Kembangkan Pembelajaran Mendalam melalui Teknik Estafet Knowledge Relay
Rejang Lebong, (Humas) – MTsN 2 Rejang Lebong kembali menghadirkan inovasi pembelajaran di kelas. Guru mata pelajaran IPS, Apriliandi, M.Pd., menguji coba Model Pembelajaran Kooperatif dengan Teknik Estafet Knowledge Relay pada siswa kelas IX A dan IX B dalam materi Asal usul nenek moyang Indonesia, Rabu (29/7).
Model pembelajaran ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Pada awal kegiatan, siswa dibagi ke dalam empat kelompok. Setiap kelompok menunjuk satu orang sebagai penulis, sementara anggota lainnya bertugas secara bergantian mendatangi guru untuk menerima satu poin materi.
Setelah memperoleh penjelasan dari guru, siswa harus menghafal dan memahami materi tersebut, kemudian kembali ke kelompok untuk menyampaikan informasi kepada penulis. Proses ini dilakukan secara bergiliran hingga seluruh materi berhasil dikumpulkan dan disusun menjadi catatan lengkap oleh masing-masing kelompok.
Melalui teknik Estafet Knowledge Relay, setiap peserta didik dituntut memiliki tanggung jawab terhadap kelompoknya, melatih daya ingat, kemampuan komunikasi, kerja sama, dan ketelitian dalam memahami materi pelajaran.
Apriliandi menjelaskan bahwa model ini dikembangkan untuk mengurangi pembelajaran yang berpusat pada guru dan memberi kesempatan lebih besar kepada siswa untuk membangun pengetahuannya secara mandiri.
"Teknik Estafet Knowledge Relay membuat setiap siswa memiliki peran yang sama penting. Mereka harus memahami materi, mengingatnya, lalu menyampaikan kembali kepada teman satu kelompok. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar menghafal, tetapi juga melatih komunikasi, kerja sama, dan kemampuan berpikir kritis," jelas Apriliandi.
Ia menambahkan bahwa model tersebut sejalan dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) karena mendorong peserta didik belajar secara sadar, bermakna, kolaboratif, dan saling membantu dalam memperoleh pengetahuan.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., mengapresiasi lahirnya berbagai inovasi pembelajaran yang dikembangkan oleh guru.
"Madrasah terus mendorong guru untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan berpusat pada peserta didik. Inovasi seperti Estafet Knowledge Relay menjadi salah satu langkah positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membangun keterampilan abad ke-21, seperti komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan tanggung jawab," ungkap Wawan.
Melalui penerapan model pembelajaran inovatif ini, MTsN 2 Rejang Lebong terus berkomitmen menciptakan proses belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna, sehingga peserta didik tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan sosial, dan semangat belajar sepanjang hayat.
(April/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong
From : MTsN 2



